Penanganan Covid

PSBB Masa Transisi DKI Jakarta Diperpanjang, Anies Baswedan: Kita Harus Semakin Waspada dan Disiplin

Perpanjangan PSBB terhitung sejak sejak tanggal 23 November sampai dengan 6 Desember 2020 sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Editor: Ventrico Nonutu
(istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi Provinsi DKI Jakarta kembali diperpanjang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang PSBB Transisi tersebut selama 14 hari.

Perpanjangan PSBB tersebut terhitung sejak sejak tanggal 23 November sampai dengan 6 Desember 2020 sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Baca juga: Kecelakaan Maut Pkl 06.30 WIB, Pengendara Vespa Piaggio Tabrak Truk Sampah, Isfan Oleng Tewas di TKP

Baca juga: Nathalie Holscher Gugup, Sule Cicipi Masakan Pertamanya: Sayang, Jangan Gitu Mukanya!

Perpanjangan PSBB Masa Transisi ini berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1100 Tahun 2020 yang menegaskan apabila tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan, PSBB Masa Transisi akan diperpanjang secara otomatis selama dua pekan.

"Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kebijakan rem darurat atau emergency brake policy apabila terjadi kenaikan kasus secara signifikan atau tingkat penularan yang mengkhawatirkan sehingga membahayakan pelayanan sistem kesehatan," ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedang seperti dikutip dari ppid.jakarta.go.id, Senin (23/11/2020).

Menurut Anies, berdasarkan data-data epidemiologis selama penerapan PSBB Masa Transisi dua pekan terakhir, kondisi wabah Covid-19 DKI Jakarta masih terkendali dan menuju aman.

"Akan tetapi, kita harus semakin waspada dan semakin disiplin dalam protokol kesehatan. Perlu diketahui bahwa laporan harian kasus positif di Jakarta mencapai rekor baru yaitu 1.579 kasus hari Sabtu (21/11/2020) kemarin," kata Anies.

Kondisi tersebut kata Anies, jangan sampai membuat kita semakin abai dan tidak disiplin.

"Ingat, masih terjadi penularan meskipun melambat. Ke depan, kami akan semakin memasifkan penegakan aturan atas protokol kesehatan dan kami berharap masyarakat proaktif bila mengetahui pelanggaran. Masyarakat juga tidak perlu khawatir untuk melaporkan bila merasa terpapar atau bergejala. Ini adalah ikhtiar bersama. Kami tekankan kembali, tetap disiplin protokol kesehatan. Covid-19 masih ada," kata dia.

Pemprov DKI Jakarta mencatat terdapat lonjakan kasus aktif sebesar 4,95 persen selama 14 hari terakhir yaitu 8.026 pada 7 November menjadi 8.444 pada 21 November.

Adapun kasus aktif di Jakarta setiap dua pekan sebelumnya mengalami tren penurunan yaitu 13.155 (26/9/2020); 13.253 (10/10/2020); 12.481 (24/10/2020); dan 8026 (7/11/2020).

Meskipun demikian, secara persentase, kasus aktif di Jakarta terus mengalami penurunan setiap dua pekannya yaitu 6,7 persen (21/11/2020) dari sebelumnya 7,2 persen (7/11/2020); 12,5 persen (24/10); 15,5 persen (10/10); dan 18,7 persen (26/9).

Persentase kasus aktif ini merupakan perbandingan antara total kasus aktif dibandingkan dengan total akumulasi kasus terkonfirmasi positif.

Di sisi lain, tingkat kesembuhan juga semakin menunjukkan tren perbaikan dengan 91,3 persen pada 21 November 2020, sedangkan pada setiap dua pekan sebelumnya berada di angka 78,9 persen (26/9); 82,3 persen (10/10); 85,4 persen (24/10); dan 90,7 persen (7/11).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved