Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

BPOM RI Ungkap Alasan Mengapa Vaksin Covid-19 Prosesnya Lama

Pengembangan vaksin perlu serangkaian proses penelitian yang perlu dilakukan.

Editor: Alexander Pattyranie
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito. 

yaitu sebanyak 1.620 subjek telah mendapat suntikan pertama vaksin (hari ke-0) dan 1.603 subjek

telah menerima suntikan kedua (hari ke-14).

Proses selanjutnya setelah ini adalah pengamatan terhadap khasiat dan keamanan vaksin pada semua

subjek hingga 6 bulan sesudah pemberian suntikan kedua.

Sejauh ini, tidak ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialami subjek uji klinik,

baik di Indonesia maupun di negara lain yang juga tengah melakukan uji klinik fase 3 terhadap Vaksin Sinovac.

Diketahui, laporan khasiat dan keamanan dari tahap uji klinik menjadi aspek penting sebagai

bahan evaluasi BPOM untul penerbitan izin penggunaan vaksin.

Dalam masa pandemi ini, maka izin yang dikeluarkan adalah berupa izin penggunaan vaksin 

dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

Aspek lain yang juga perlu dijaga adalah aspek mutu produk, yang berarti produk vaksin yang akan digunakan 

harus memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) atau Good Manufacturing Practice (GMP).

Terkait hal ini, Badan POM telah melakukan inspeksi secara langsung ke fasilitas produksi

Sinovac Life Science Beijing pada tanggal 2-5 November lalu.

“Hasil inspeksinya baik, sehingga mutu vaksin yang dihasilkan juga dapat

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved