Penanganan Covid
BPOM RI Ungkap Alasan Mengapa Vaksin Covid-19 Prosesnya Lama
Pengembangan vaksin perlu serangkaian proses penelitian yang perlu dilakukan.
yaitu sebanyak 1.620 subjek telah mendapat suntikan pertama vaksin (hari ke-0) dan 1.603 subjek
telah menerima suntikan kedua (hari ke-14).
Proses selanjutnya setelah ini adalah pengamatan terhadap khasiat dan keamanan vaksin pada semua
subjek hingga 6 bulan sesudah pemberian suntikan kedua.
Sejauh ini, tidak ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialami subjek uji klinik,
baik di Indonesia maupun di negara lain yang juga tengah melakukan uji klinik fase 3 terhadap Vaksin Sinovac.
Diketahui, laporan khasiat dan keamanan dari tahap uji klinik menjadi aspek penting sebagai
bahan evaluasi BPOM untul penerbitan izin penggunaan vaksin.
Dalam masa pandemi ini, maka izin yang dikeluarkan adalah berupa izin penggunaan vaksin
dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).
Aspek lain yang juga perlu dijaga adalah aspek mutu produk, yang berarti produk vaksin yang akan digunakan
harus memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) atau Good Manufacturing Practice (GMP).
Terkait hal ini, Badan POM telah melakukan inspeksi secara langsung ke fasilitas produksi
Sinovac Life Science Beijing pada tanggal 2-5 November lalu.
“Hasil inspeksinya baik, sehingga mutu vaksin yang dihasilkan juga dapat