Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Destructive Fishing Watch

Selang Setahun Destructive Fishing Watch Terima 19 Aduan dan 40-an Korban ABK

Selang bulan November 2019 hingga November tahun 2020 untuk aduan dari dalam negeri 26,3 persen dan luar negeri lebih banyak di angkat 73,7 persen

Tayang:
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
Moh Abdi Suhufan Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, pengelola Fishers Center Bitung dan Judha Nugraha Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Bantuah Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Moh Abdi Suhufan Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, pengelola Fishers Center Bitung merilis data jumlah aduan berdasarkan lokasi, penyelesaian kasus, aduan dan laporan.

Atas sejumlah persoalan yang dialami para pekerja Indonesia di atas kapal ikan asing luar negeri dan dalam negeri.

Selang bulan November 2019 hingga November tahun 2020 untuk aduan dari dalam negeri 26,3 persen dan luar negeri lebih banyak di angkat 73,7 persen, dengan jumlah kasus selesai 57,9 persen dan dalam proses 42,1 persen.

Lalu jumlah aduan berdasarkan usia yang menjadi korban, di dominasi usia 30,1 tahun keatas sejumlah 8 aduan, disusul 17,1 sampai 24 tahun dengan jumlah 5 aduan, 24,1 - 30 tahun 4 aduan dan 41 tahun ke atas ada 2 aduan.

Baca juga: Bertengkar Mulut dengan Sang Pacar, Pria Ini Nekat Minum Racun Rumput hingga Tewas

Baca juga: Wanita Cantik Ini Ingin Sosok Pemimpin Mendengar Pendapat Masyarakat

Baca juga: Jenita Janet Dikabarkan Dinikahi Pengusaha Danu Sofwan Hari Ini, Mantan Suami: Saya Nggak Diundang

"Paling banyak untuk jenis aduan yang dilaporkan gaji tidak dibayarkan dan pemotongan upah ada 9 laporan," kata Abdi, Rabu (11/11/2020).

Jenis aduan lainnya seperti asuransi dan jaminan sosial ada 5 aduan, bantuan fasilitasi 2 aduan dan kekerasan fisik dan seksual, kontrak kerja serta minta dipulangkan ada 1 aduan yang di terima DFW Indonesia.

Pihaknya memberikan apresiasi upaya pemerintah yang telah melakukan misi kemanusian, repatrasi ke 155 anak buah kapal (ABK) Indonesia untuk kembali ke tanah air.

Baca juga: Kalah di Pilpres AS, Donald Trump Kecam Perusahaan Vaksin Covid-19, Joe Biden: Itu Memalukan

Dengan persoalan habis kontrak, selesai kontrak harus kembali pulang perusahan mengalami kebangkrutan hingga tutup sehingga mereka harus pulang ke tanah air.

Pihaknya juga memberikan pendampingan sosial, psikologis hingga pendampingan hukum atas indikasi masalah yang mereka hadapi ketika bekerja di atas kapal ikan di luar negeri.

"Mereka yang telah kembali ke tanah air adalah ABK yang sulit akses dan beri informasi ke Indonesia karena mereka bekerja di laut. Nanti akan kami data, interview serta screaning bekerja forum daerah serta instansi terkait," kata dia.

DFW Indonesia home base di Jakarta, sepanjang setahun ini ada program perlindungan awak kapal perikanan bekerja sama dengan sebuah yayasan dan di endors kementerian luar negeri.

Baca juga: Cerita Dedi Kembali Mengenal Sholat Bersama Bikers Subuhan Manado, Jaga NKRI dari Masjid

Lanjutnya dalam melaksanakan tugas mengintervensi tiga era, mulai dari harmonisasi kebijakan, inspeksi bersama dan penyadaran ABK di tingkat nasional, provinsi dan masyarakat atau ABK itu sendiri.

Di daerah Sulut sudah bentuk forum daerah perlindungan awak kapal perikanan yang dituangkan dalam surat keputusan gubernur, dihuni jajaran pemerintah, lembaga bantuan hukum akan melakuka inspeksi bersama di kapal-kapal ikan dengan fokus aspek manusia atau ABK-nya.

"Sebagai pekerja ABK harusnya dapat gaji bulanan tapi praktiknya bagi hasil upah yang didapat, dengan pembagian ke pemilik modal, nakhoda baru sampai ke ABK. Kami mendorong  supaya upah yang mereka terima secara formal," kata dia.

Baca juga: 2 Remaja Nekat Bunuh Temannya Sendiri, Korban Minta Ampun & Teriak Panggil Nama Ibu, Akhirnya Tewas

DFW Indonesia telah mendirikan Fishers Center di Bitung sebagai sarana pengaduan dan informasi awak kapal perikanan, selang  1 tahun ini ada 19-aduan dengan jumlah korban 40-an awak kapal luar dan dalam negeri.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved