Sains
Makam Jasad Anak Berusia 8.000 Tahun Ditemukan di Goa Makpan, Dimakamkan Tanpa Tulang
Makam tersebut merupakan tempat penguburan satu-satunya di wilayah tersebut dan berasal dari masa awal pertengahan Holosen.
Praktik menghilangkan tulang tersebut sebelumnya pernah didokumentasikan di beberapa pemakaman lain
dari periode waktu yang sama, yaitu Jawa, Kalimantan, dan Flores.
Namun, menurut Samper Carro, ini pertama kalinya ia dan tim melihat praktik tersebut dalam pemakaman anak.
"Kami tidak tahu mengapa praktik menghilangkan tulang ini dilakukan,
tetapi kemungkinan adalah beberapa aspek dari sistem kepercayaan orang-orang yang hidup saat itu," jelasnya.
Selanjutnya, ia dan tim akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui soal makanan atau lingkungan di sebuah pulau.
Penelitian sebelumnya yang dilakukan berhasil menunjukkan bahwa orang-orang yang hidup di Alor
merupakan pemburu pengumpul yang sebagian besar makan makanan laut.
Akan tetapi, ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka mengalami kejenuhan protein
dari sumber makanan yang dapat menyebabkan gejala malnutrisi.
Namun, mereka bisa saja memakan sumber daya lain seperti umbi-umbian.
Dengan membandingkan penguburan orang dewasa pada periode waktu yang sama dengan penguburan anak ini,
peneliti berharap dapat mengetahui kronologi dan pandangan umum tentang praktik penguburan di wilayah Pulau Alor
antara 12.000 hingga 7.000 tahun yang saat ini masih jarang ditemukan.
Studi berjudul Burial practices in the early mid-Holocene of the Wallacean Islands: A sub-adult burial from Gua Makpan,
Alor Island, Indonesia ini dipublikasikan di Quaternary International.
(Kompas.com
Tautan: