Breaking News:

Kasus Tewasnya Pendeta Yeremia

Komisi I DPR dan Panglima TNI Segera Bahas Terkait Oknum TNI Terlibat Kasus Tewasnya Pendeta Yeremia

Oknum TNI diduga terlibat dalam peristiwa tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya pada 19 September 2020 lalu.

TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Hari ini, Senin (26/10/2020), Tim Gabungan TNI Polri melakukan penindakan terhadap kelompok KKSB di Kp. Jalai Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya. Ini merupakan hasil pengembangan pasca penghadangan TGPF oleh KKSB 9 Oktober 2020 lalu. Dari hasil pengembangan dan pengumpulan informasi dari masyarakat diperoleh informasi akurat bahwa salah satu kelompok KKSB bermarkas di Kp. Jalai Distrik Sugapa. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan oknum yang terlibat dalam perisitiwa tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa Kabupaten Intan Jaya pada 19 September 2020 lalu. 

Menanggapi terkait temuan Tim Kemanusiaan Untuk Intan Jaya yang mengungkap sosok oknum TNI yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel CZI IGN Suriastawa mengatakan Kodam XVII Cenderawasih masih menyelidiki terkait hal tersebut sampai saat ini.

Oknum TNI diduga terlibat dalam peristiwa tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya pada 19 September 2020 lalu.

Baca juga: Siti Fadillah Supari Bebas Murni Hari Ini Sabtu 31 Oktober 2020, Sudah Menjalani Pidana 4 Tahun

Menanggapi hal itu, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mengatakan akan menanyakan kebenaran hal tersebut kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Pertanyaan itu akan disampaikan ketika masa sidang yang akan datang sudah dibuka kembali.

Untuk diketahui, DPR RI saat ini tengah berada dalam masa reses.

"Nanti akan kami tanyakan dan membahas langsung dengan Panglima TNI pada masa persidangan mendatang yang akan dibuka tanggal 8 November 2020," ujar Syaifullah, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (31/10/2020).

Senada dengan Syaifullah, anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar Christina Aryani mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait kasus yang diduga melibatkan oknum TNI tersebut.

Menurut Christina, informasi yang ada terkesan masih simpang siur.

Namun demikian, dia memastikan kasus tersebut menjadi perhatian Komisi I DPR RI. Karenanya, Christian akan menanyakan hal tersebut pula kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved