Bandara Samrat Manado
Kampanye Safe Travel Bandara Samrat Manado, Minggus Optimis Bisnis Penerbangan Hidup Lagi
Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci dalam masa adaptasi kebiasaan baru atau yabg disebut New Normal
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci dalam masa adaptasi kebiasaan baru atau yabg disebut New Normal.
Protokol kesehatan menjadi kunci di bidang kebandarudaraan guna meminimalisir resiko penyebaran Covid-19.
Karena konsistensi penerapan protokol kesehatan di bandara, pada 21 Agustus lalu Angkasa Pura I mendapat stempell "Safe Travel" dari World Travel and Tourism Council (WTTC).
Seiring dengan penyematan stempel Safe Travel tersebut, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado melaksanakan kampanye Safe Travel, Selasa (27/10/2020).
Baca juga: Rio Dondokambey Serukan Semangat Sumpah Pemuda, Kaum Milenial Maju Terus
Baca juga: Rintihan Tangis Sang Anak Bikin Tetangga Curiga, Rekaman Video Jadi Bukti Laporan Istri ke Polisi
Baca juga: Soegondo Djojopoespito, Pemimpin Kongres Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Ini Sosoknya
Selain manajemen Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado, turut berpartisipasi dalam kampanye ini pihak ground handling dan maskapai Lion Air.
Kampanye yang digaungkan ini dilaksanakan dengan harapan dapat menumbuhkan kembali rasa aman dan nyaman pada masyarakat saat melakukan perjalanan, serta mendorong kembali pemulihan sektor pariwisata dan perekonomian yang terdampak akibat pandemi Covid-19.
General Manager AP I Bandara Samrat I, Mingus ET Gandeguai mengatakan, saat ini kita sama-sama tengah menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru, berbagai lini bisnis terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 ini, dan tidak terkecuali industri penerbangan dan pariwisata.
Baca juga: Cerita Tentang Kramat Raya 106, Tempat Bersejarah Jadi Saksi Bisu Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928
Baca juga: Fadli Zon Diserang Staf Ahli Menteri Kabinet Jokowi: Ini Persoalan Kemanusiaan, Ada yang Memainkan
"Memasuki akhir tahun 2020, industri penerbangan mulai beradaptasi, hal ini nampak pada pertumbuhan jumlah pergerakan penumpang dan pesawat yang perlahan mulai menunjukkan geliat,” ujar Minggus
Katanya, selama Bulan Oktober 2020, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado melayani 63.256 penumpang.
Angka itu naik 18 persen jika dibandingkan dengan pergerakan penumpang bulan Agustus 2020 yang hanya mencapai 53.788 penumpang.
Baca juga: VIDEO 5 Makanan yang Dapat Membantu Menurunkan Kolesterol
Meskipun secara akumulasi periode Januari hingga Oktober 2020 masih mengalami penurunan jumlah penumpang hingga 59 persen, dimana tahun lalu pada periode yang sama Bandara Samrat Manado telah melayani lebih 1,6 juta penumpang, namun Minggus optimis bahwa industri penerbangan dan pariwisata Sulut kembali pulih.
Adanya geliat positif dalam industri penerbangan akan memiliki efek domino pada peningkatan kegiatan ekonomi daerah dan industri pariwisata seperti hotel, restoran, UMKM, bisnis suvenir dan oleh-oleh, serta tempat wisata yang diharapkan juga akan ikut berputar dan bangkit dari kondisi saat ini.
Katanya, kampanye Safe Travel ini menjadi bentuk upaya pihaknya dalam mencapai kepercayaan masyarakat untuk kembali melakukan perjalanan udara, dikarenakan seluruh operasional yang dilaksanakan berpedoman pada protokol kesehatan.
Baca juga: Tips Menghilangkan Kerutan di Bawah Mata dengan Mudah dan Cepat, Ikuti Langkah Ini!
"Saya mohon kerja sama agar semua tetap menerapkan protokol kesehatan selama berpergian, serta mengingat selama masa adaptasi kebiasaan baru ini pada proses keberangkatan adanya pemeriksaan berkas hasil rapid test dan suhu guna memastikan kesehatan maka diharapkan calon penumpang dapat hadir 4 jam sebelum keberangkatan,” lanjut Minggus.
Kampanye ini dikemas dalam kegiatan interaktif antara Angkasa Pura I Manado dan maskapai dengan para calon penumpang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kampanye-safe-travel-di-bandara-samrat-manado.jpg)