Berita Kotamobagu
Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu Bakal Mulai Sekolah Tatap Muka Terbatas
Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu bakal mencoba untuk menerapkan belajar tatap muka terbatas
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADI.CO.ID, KOTAMOBAGU - Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu bakal mencoba untuk menerapkan belajar tatap muka terbatas.
"Mulai Senin kita akan adaptasi," jelas Rastono Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, Rabu (28/10/2020).
Meski tatap muka, namun ada aturan yang harus dipatuhi. Di Antara, satu kelas hanya bisa diisi sekitar 10 siswa saja.
"Bagi shift, mereka belajar hanya maksimal empat jam saja tiap hari, dan seminggu cuma masuk sekolah 2-3 kali dalam seminggu," jelasnya.
Baca juga: 50 Kelompok Relawan Terdaftar Dukung Olly-Steven, Rocky Wowor Serahkan BC3KWK ke KPU
Baca juga: FDW-PYR Unggul 18 Persen dari Pesaing Terdekat, Ribuan Masyarakat Rindu Perubahan
Baca juga: Libur Panjang Maulid Nabi, Pertamina Jamin Stok BBM dan LPG di Sulawesi
Selain itu, siswa dan guru juga harus mematuhi protokol kesehatan, mulai dari gunakan masker, cuci tangan, juga jaga jarak. Pun tempat duduk juga diatur berjarak.
Ia mengatakan, itu hanya pilihan yang ditawarkan oleh Dinas Pendidikan, mengingat pembelajaran via daring dan luring selama ini belum efektif. Nilai pembelajaran masih di bawah,
"Kendalanya saat guru berkunjung anak tidak ada di tempat, orang tua juga, anak susah diberikan pemahaman," katanya.
Baca juga: Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Isi Teks hingga Makna di Dalamnya!
"Kalau yang sudah bagus didaring ya silahkan lanjutkan, melapor ke skolah, nanti difasilitasi. Kalau yang belum mumpuni di daring, tatap muka di sekolah," ujarnya.
Namun semua tergantung persetujuan orang tua siswa.
"Di sekolah nanti, siswa diajarkan untuk belajar daring, sebab selama ini kan banyak yang belum tahu juga," katanya.
Baca juga: Situs Web Kampanye Donald Trump Diretas, Tim Siapkan Penyelidikan
Kebijakan tatap muka terbatas tersebut sudah mendapat restu dari tim Satgas Covid 19 Kotamobagu, termasuk Wali Kota Kotamobagu.
Ia menambahkan, adanya tatap muka terbatas juga lantaran target kurikulum tidak tercapai sesuai standar kompetensi.
"Kementerian juga menyadari itu, makanya muncul kurikulum darurat," katanya.
Baca juga: Sule Dikabarkan Segera Nikahi Nathalie Holscher, Terungkap Tanggal dan Lokasi Pernikahannya
Nanti akan dipantau terus, kalau ada yang masih kurang.
"Sebab siswa juga perlu dikenalkan dengan lingkungan sekolah, masuk seperti apa, cuci tangan, pakai masker, dan pulang bagaimana," katanya.
Sekali lagi menurutnya, jika pembelajaran daring sudah efektif, maka tidak perlu lagi tatap muka. (Amg)
Baca juga: Sosok 7 Artis Keturunan Langsung Pahlawan Indonesia, Cucu Soekarno hingga Otto Iskandardinata
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sekretaris-dinas-pendidikan-kotamobagu-rastono-spd-me-alpen.jpg)