Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga BBM

BBM Non Subsidi Naik, Warga Kotamobagu Sulut Takut Merembes ke Harga Bapok

Kenaikan BBM Non Subsidi ini belum banyak diketahui oleh warga di Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Tayang:
Penulis: Nielton Durado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Nielton Durado
BBM - SPBU di Kotamobagu terpantau sepi pasca kenaikan harga BBM Non Subsidi, Minggu 19 April 2026. Banyak warga belum tahu harga BBM non subsidi naik. 

Ringkasan Berita:1. Kenaikan BBM Non Subsidi ini belum banyak diketahui oleh warga di Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
2. Warga mulai takut kalau kenaikan BBM non subsidi ini berdampak pada harga bahan-bahan pokok (bapok).
3. Kenaikan harga BBM non subsidi ini tentunya akan berdampak pada pembelian BBM subsidi.

TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU - Pemerintah baru saja menaikan tiga jenis BBM Non Subsidi.

Ketiga jenis ini adalah Pertamax Turbo dari Rp 13.100 perliter naik menjadi Rp 19.400.

Lalu ada Dexlite yang sebelumnya dijual dari Rp 14.200 perliter kini menjadi 23.600.

Baca juga: Daftar Harga Terbaru BBM Non Subsidi Setelah Naik Mendadak di Sulut, Bikin Warga Terkejut

Dan terakhir ada Pertamina Dex dari Rp 14.500 perliter kini menjadi Rp 23.900 perliternya.

Kenaikan BBM Non Subsidi ini belum banyak diketahui oleh warga di Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Meski demikian, warga mulai takut kalau kenaikan BBM non subsidi ini berdampak pada harga bahan-bahan pokok (bapok).

Lenda Paputungan salah seorang warga mengaku baru tahu kalau BBM non subsidi sudah naik.

"Saya baru tahu. Tapi semoga tidak merembes ke harga bahan pokok," ujarnya, Minggu 19 April 2026.

Ia berharap ada pengawasan ketat dari pemerintah.

Agar isu kenaikan BBM tidak dimanfaatkan oleh para pedagang nakal.

"Pengawasan pasar harus dilakukan, jangan sampai harga bapok naik karena isu ini," tegasnya.

Idris Tungkagi warga lainnya mengatakan kenaikan tersebut terlalu tinggi.

"Naik boleh saja, tapi jangan hampir Rp 10 ribu perliter seperti ini," ucap dia.

Kenaikan harga BBM non subsidi ini tentunya akan berdampak pada pembelian BBM subsidi.

"Saya yakin makin banyak antrian di jalur BBM Subsidi. Karena ini kenaikannnya terlalu tinggi," tegas dia.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved