Ketua DPRD Jadi Pendulang Suara Olly-Steven di Nusa Utara
Petahana Olly Dondokambey-Steven Kandouw berpeluang memenangkan perebutan suara Pilkada Sulawesi Utara
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Petahana Olly Dondokambey-Steven Kandouw berpeluang memenangkan perebutan suara Pilkada Sulawesi Utara di Nusa Utara (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro). Fransiskus Andi Silangen disebut memberikan coat-tail effect (efek ekor jas) bagi Olly-Steven setelah dilantikan sebagai Ketua DPRD Sulut, Senin (26/10/2020). Dokter Andi sebagai pendulang suara untuk paslon dari PDIP ini.
Baca juga: Gerindra Yakin Sandi Setia: PPP Ingin Bajak Sandiaga Uno
Pengamat politik dari Universitas Sam Ratulangi, Jefry Paat mengatakan, Silangen memang politisi dari Nusa Utara. "Paling tidak memang ada pengaruh bagi masyarakat Nusa Utara dengan penunjukan Silangen terhadap elektabilitas Olly-Steven di pilgub ini," sebut Paat.
Kata dia, terutama masyarakat yang dekat dan kenal dengan Pak Silangen ini. Pengaruhnya ada tetapi tidak signifikan, karena tidak berkontribusi langsung dengan mereka (pemilih).
Selain itu, dia menambahkan, penempatan pejabat memang harus dilihat secara kualitas, karena memang penunjukan seperti ketua dewan ini bukan semata-mata dilihat dari perwakilan etnis. Perwakilan etnis itu sudah terlihat dan terakomodir dari waktu ketika mereka menjadi legislatif. "Ketika mereka sudah menjadi calon legislatif itulah perwakilan dari etnis," sebutnya.
"Dan untuk menjadi ketua dewan itu harus dilihat dari kualitas dan senioritas dari partai, jadi hal ini yang perlu dilihat oleh masyarakat bukan karena dari perwakilan etnis," ujar Paat.
Dokter Andi dilantik sebagai Ketua DPRD Sulut di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Cengkih, Senin (26/10/2020) sore. Dia mengucap sumpah janji dipandu Ketua Pengadilan Tinggi Arief Supratman didampingi rohaniawan. Hadir dua mantan Ketua DPRD Sulut, Steven Kandouw (2014-2016) dan Andrei Angouw (2016-2020).
Usai proses pelantikan dilakukan memori serah terima jabatan, sekaligus penyerahan palu pimpinan sidang dari Wakil Ketua DPRD Victor Mailangkay. Andi langsung memimpin rapat. "Dengan memanjatkan puji syukur saya menerima jabatan Ketua DPRD sambil mengucap syukur dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Saya akan melanjutkan rapat paripurna DPRD hari ini," katanya.
Baca juga: Jokowi Minta Harga Vaksin Terjangkau
Andi yang juga aktif sebagai seorang penginjil ini pun mengutip ayat Alkitab Mazmur 127:1 "Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya. Jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga."
"Kalau bukan Tuhan Yesus yang mengangkat saya maka sia-sialah segalanya," ujar suami dari Kapala Dinas Sosial Sulut, dr Rinni Tamuntuan ini. Ia pun mengucap terima kasih diberi kepercayaan oleh PDIP telah merekomendasikannya sebagai Ketua DPRD Sulut dan ditetapkan Menteri Dalam Negeri.
"Saya ucapkan terimakasih kepada Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey bersama pengurs DPD, DPC, PAC, ranting, dan anak ranting. Serta para simpatisan dan senior partai. Tanpa dukungan tidak mungkin saya ada di sini," katanya.
Ia juga meminta rekan pimpinan dan Anggota DPRD Sulut memberi dukungan. "Semoga hubungan baik ini bisa terbina terus berlanjut saya minta dukungan rekan dalam melaksanakan tugas saya sebagai Ketua DPRD ke depan," katanya.
Andrei Angouw Ketua DPRD Sulut sebelumnya tak berkomentar banyak. Sembari tersenyum ia mengucapkan selamat. "Banyak selamat, sebagai mantan saya tutup mulut, Ketua DPRD yang baru laksanakan tugasnya," ujar Calon Wali Kota Manado ini.
Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Sulut, Agus Fatoni menyampaikan selamat atas pelantikan. "Selamat mengemban amanah bagi Ketua DPRD Sulut yang baru," kata dia.
Ia juga memberi apresiasi kepada Ketua DPRD Sulut sebelumnya yang sudah melakukan pengabdian sebagai wakil rakyat. "Semoga DPRD menjadi mitra konstruktif bermuara kemajuan daerah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Wakil Ketua DPD PDIP Sulut, Fabian Kaloh mengungkapkan, penunjukan Andi sebagai Ketua DPRD Sulut sudah melalui mekanisme di PDIP. Keputusan sudah tepat, karena sosok Andi, menurutnya, sebagai seorang pemimpin. "Saya satu fraksi jadi saya tahu beliau akan sukses memimpin sebagai Ketua DPRD," ujarnya.
Ia berpesan, sebagai Ketua harus akomodatif karena di DPRD aspirasi yang muncul dinamikanya tinggi dan sangat varian. Adapun kegiatan pengambilan sumpah janji ini diwarnai hiburan kesenian dari Nusa Utara, daerah perwakilan Andi. Nyanyian masamper menghibur para hadirin.
DPRD secara khusus menyiapkan papat paripurna. "Hari ini Ketua DPRD dilantik, sesuai jadwal, ini sementara gladi," ujar Kabag Umum Sekretariat DPRD Sulut, John Paerunan. DPD PDIP Sulut pun mengajukan surat nomor 062/EKS/DPD21/X/2020 ke DPRD Sulut perihal pengantar pengesahan dan penetapan Ketua DPRD Sulut. Surat tersebut diteken Ketua DPD PDIP Sulut,Olly Dondokambey dan Sekretris DPD Franky Wongkar.
Baca juga: CHORD Gitar dan Lirik Lagu Sahabat - Peter Pan, Bayanganku Melayang Seluruh Nafasku
Andi ditetapkan sebagai Ketua DPRD sesuai surat DPP PDIP nomor 2229/IN/DPP/IX/2020 tanggal 29 September 2020. Sebelum ditetapkan, dr Andi harus bersaing dengan calon lain dalam psikologi dan wawancara. Ada 7 nama yang bersaing Silangen, Rocky Wowor, Berty Kapojos, Vonny Paat, Sandra Rondonuwu, Fabian Kaloh dan Arthur Kotambunan Andi mendapat hasil terbaik.
Dia sebelumnya menjabat Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut. Wakil Rakyat dari Dapil Nusa Utara ini berlatar belakang sebagai dokter bedah top Sulut. Sosok ini merupakan adik dari Sekprov Sulut Edwin Silangen. Di Pemilu DPRD Sulut 2019, dr Andi secara mengejutkan meraih 25.863 suara. Sebaran suaranya di Talaud (9.472), Sangihe (13.197), dan Sitaro (3.194).
Josef Kairupan
Analis Politik dari Unsrat
Pengaruhi Preferensi dan Pilihan
Ketua DPRD Sulut dijabat Fransiskus Andi Silangen. Pada pertarungan pemilihan secara elektoral seperti pilgub, tidak memiliki parameter pasti untuk mengukur nilai dari sebuah bergaining. Ataupun deal tertentu akan mempengaruhi dukungan voters (pemilih) kepada pasangan calon.
Di tataran grass root (akar rumput) memiliki berbagai macam karakteristik menyangkut kebutuhan dan keinginan masing-masing. Tapi mungkin agak berbeda di tataran kader partai. Kesetiaan dan loyalitas harus ditunjukkan sebagai bentuk kesamaan tujuan yang memiliki nilai perjuangan atau ideologi tertentu.
Terkait pelantikan Silangen, dapat disebutkan sebagai bergaining untuk meraih simpati masyarakat dari Nusa Utara. Namun tokoh ini juga memiliki keterbatasan, tidak secara komprehensif semua pemilih Nusa Utara memilih dan mendukung Silangen.
Di sisi lain, Silangen juga hanya perwakilan salah satu parpol. Alasan ini tidak serta merta akan menggeneralisasi bahwa Silangen akan meningkatkan elektabilitas paslon petahana khususnya suara Nusa Utara.
Kalau hanya untuk menambah nilai peluang ketambahan suara dari pemilih Nusa Utara bisa saja. Tetapi bukan berarti digeneralisasi bahwa warga Nusa Utara akan memilih dan memenangkan petahana.
Akan ada banyak faktor yang akan mempengaruhi pilihan masyarakat bukan hanya sekadar diakomodirnya tokoh dari daerah pemilihan.
Mengingat pertarungan ini lebih mengarah kepada like or dislike (suka atau tidak suka), maka satu faktor yang mempengaruhi adalah brand personality dari Olly-Steven. Serta juga dari tokoh Nusa Utara dalam hal ini Silangen.
Karena sasaran sikap dikaitkan dengan ciri-ciri kepibadian dari tokoh tersebut memberikan manfaat ekspresif atau simbolis diri bagi pemilih. Sehingga ekspresi diri dapat menjadi pendorong yang berpengaruh pada preferensi dan pilihan pemilih. (hem/ryo/mjr)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/andi-silangen-dan-istri.jpg)