Gerindra Yakin Sandi Setia: PPP Ingin Bajak Sandiaga Uno
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno menjadi sorotan setelah namanya masuk dalam bursa
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno menjadi sorotan setelah namanya masuk dalam bursa Calon Ketua Umum (caketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Nama Sandiaga masuk bursa caketum karena diusulkan oleh sejumlah pengurus DPC partai berlambang Ka’bah tersebut.
Baca juga: Jokowi Minta Harga Vaksin Terjangkau
Wakil Ketua Panitia Pengarah atau Steering Committee (SC) Muktamar IX PPP, Syaifullah Tamliha, mengatakan, sejumlah pengurus DPC PPP menyodorkan nama Sandiaga untuk maju sebagai calon ketua umum PPP bersama nama sejumlah tokoh eksternal lainnya seperti Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) dan Saifullah Yusuf (mantan Wakil Gubernur Jawa Timur).
”Kalau omongan, ada yang mengusulkan Khofifah Indar Parawansa, ada juga DPC katanya mengusulkan Sandiaga Uno. Silahkan saja, PPP partai yang terbuka kok,” kata Syaifullah saat dihubungi, Jakarta, Minggu (25/10).
Pernyataan Syaifullah itu diamini Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP, Achmad Baidowi. Ia mengakui memang ada gagasan dari sejumlah pengurus PPP di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk mengajukan nama Sandi. ”[Pihak] yang sebut nama Sandiaga Uno ada beberapa DPC, bukan saya yang usulkan ya. Itu masih wacana," kata sosok yang akrab disapa Awiek itu.
Jika benar Sandi diusulkan maju sebagai calon Ketua Umum PPP, maka ia bakal menantang calon petahana Suharso Monoarfa pada Muktamar IX PPP yang rencananya digelar akhir 2020 ini. Muktamar itu kemungkinan akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan.
Meski ada beberapa beberapa DPC yang mengusulkan nama Sandi, menurut Sekjen PPP, Arsul Sani, mantan calon Wakil Presiden itu tak serta merta bisa langsung menjadi ketum PPP. Menurutnya, ada AD/ART yang melarang tokoh eksternal untuk langsung menjadi ketum partainya. Dalam AD/ART kata Arsul, sudah diatur bahwa untuk menjadi Ketum PPP maka seorang kader harus duduk di kepengurusan DPP PPP selama satu periode. Jika tidak, ia tak bisa mengajukan diri menjadi ketum.
Baca juga: TN Komodo Ditutup Selama Pembangunan Jurassic Park
"Kalangan internal PPP melemparkan memang banyak nama caketum PPP, di antaranya ada yang dari kalangan eksternal seperti Pak Sandi Uno," ujar Arsul.
”Namun AD/ART PPP sejak lama menetapkan ketentuan bahwa untuk menjadi Ketua Umum PPP harus pernah duduk dulu di DPP PPP satu periode. Artinya, kalangan eksternal terbuka masuk ke PPP namun tidak bisa langsung jadi Ketua Umum. (Sandi) tidak bisa langsung menjadi Ketua Umum. Harus menjabat di DPP dulu satu periode," lanjut Arsul.
Arsul menjelaskan, jika ada tokoh eksternal yang hendak menjadi ketum, ia bisa masuk dulu ke PPP kemudian masuk dalam pengurus PPP. Kemudian, di muktamar selanjutnya atau 5 tahun lagi barulah ia bisa menjadi caketum. "Yang bisa dia bergabung dulu dalam satu periode kepengurusan pada posisi selain Ketua Umum. Nah, pada Muktamar berikutnya dia bisa mencalonkan atau dicalonkan sebagai caketum," kata Arsul.
Achmad Baidowi mengamini pernyataan Arsul itu. Ia juga menerangkan bahwa seorang yang ingin mencalonkan diri menjadi Ketum PPP harus pernah menjadi pengurus PPP di tingkat DPP atau DPP minimal satu periode lebih dahulu. Namun menurut dia, syarat itu bisa saja diubah pada Muktamar IX PPP mendatang, bergantung pada kesepakatan atau keputusan para pemilik suara.
"Apakah bisa [Sandi mencalonkan diri]? Kalau merujuk pada AD/ART, maka ketum harus sudah satu periode di DPP atau DPW. Namun, AD/ART juga bisa diubah di Muktamar. Semua tergantung muktamirin," ungkap dia. "Kalau diubah, apakah diberlakukan pada Muktamar IX atau Muktamar setelahnya, semua bergantung muktamirin," imbuh Awiek.
Di sisi lain Partai Gerindra yakin Wakil Ketua Dewan Pembina partai mereka itu tidak akan menerima ajakan dari partai politik lain. Termasuk, wacana menjadikan Sandi sebagai calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Ketum PPP) pada periode mendatang.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad tak menjelaskan alasan keyakinan bahwa Sandi takkan pindah haluan. Hanya saja partainya masih berharap Sandi menjadi bagian dari keluarga besar Gerindra.
"Kami tetap berharap sandi tetap menjadi keluarga besar kami dan kami yakin Sandi tidak akan menerima ajakan partai lain," kata Dasco kepada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (26/10).
Baca juga: CHORD Cuek, Kunci Gitar dan Lirik Lagu Mana Ada Aku Cuek - Rizky Febian, Mainnya dari Kunci AM
Di sisi lain ia mengartikan, tawaran untuk bergabung ke partai politik lain itu justru menunjukkan bahwa Sandi merupakan sosok yang bisa diterima dan dianggap punya potensi pemilih. Bahkan, Dasco menuturkan, PPP bukan satu-satunya partai politik yang pernah mengajak Sandi untuk bergabung.
"Memang ajakan menjadi ketua umum partai lain berarti Sandi diterima dan mempunyai pemilih yang besar. Sehingga, kemudian enggak cuma PPP yang menawarkan," ucap Wakil Ketua DPR RI itu. (tribun network/ham/dit/sen/dod)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sandiaga-uno-dan-pilpres-2019.jpg)