Breaking News:

Gerindra Yakin Sandi Setia: PPP Ingin Bajak Sandiaga Uno

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno menjadi sorotan setelah namanya masuk dalam bursa

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie Tombeg
Kolase Tribun Manado/Foto: Tribunnews dan Tempo.co
Sandiaga Uno dan Pilpres 2019 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno menjadi sorotan setelah namanya masuk dalam bursa Calon Ketua Umum (caketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Nama Sandiaga masuk bursa caketum karena diusulkan oleh sejumlah pengurus DPC partai berlambang Ka’bah tersebut.

Baca juga: Jokowi Minta Harga Vaksin Terjangkau

Wakil Ketua Panitia Pengarah atau Steering Committee (SC) Muktamar IX PPP, Syaifullah Tamliha, mengatakan, sejumlah pengurus DPC PPP menyodorkan nama Sandiaga untuk maju sebagai calon ketua umum PPP bersama nama sejumlah tokoh eksternal lainnya seperti Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) dan Saifullah Yusuf (mantan Wakil Gubernur Jawa Timur).

”Kalau omongan, ada yang mengusulkan Khofifah Indar Parawansa, ada juga DPC katanya mengusulkan Sandiaga Uno. Silahkan saja, PPP partai yang terbuka kok,” kata Syaifullah saat dihubungi, Jakarta, Minggu (25/10).

Pernyataan Syaifullah itu diamini Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP, Achmad Baidowi. Ia mengakui memang ada gagasan dari sejumlah pengurus PPP di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk mengajukan nama Sandi. ”[Pihak] yang sebut nama Sandiaga Uno ada beberapa DPC, bukan saya yang usulkan ya. Itu masih wacana," kata sosok yang akrab disapa Awiek itu.

Jika benar Sandi diusulkan maju sebagai calon Ketua Umum PPP, maka ia bakal menantang calon petahana Suharso Monoarfa pada Muktamar IX PPP yang rencananya digelar akhir 2020 ini. Muktamar itu kemungkinan akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan.

Meski ada beberapa beberapa DPC yang mengusulkan nama Sandi, menurut Sekjen PPP, Arsul Sani, mantan calon Wakil Presiden itu tak serta merta bisa langsung menjadi ketum PPP. Menurutnya, ada AD/ART yang melarang tokoh eksternal untuk langsung menjadi ketum partainya. Dalam AD/ART kata Arsul, sudah diatur bahwa untuk menjadi Ketum PPP maka seorang kader harus duduk di kepengurusan DPP PPP selama satu periode. Jika tidak, ia tak bisa mengajukan diri menjadi ketum.

Baca juga: TN Komodo Ditutup Selama Pembangunan Jurassic Park

"Kalangan internal PPP melemparkan memang banyak nama caketum PPP, di antaranya ada yang dari kalangan eksternal seperti Pak Sandi Uno," ujar Arsul.

”Namun AD/ART PPP sejak lama menetapkan ketentuan bahwa untuk menjadi Ketua Umum PPP harus pernah duduk dulu di DPP PPP satu periode. Artinya, kalangan eksternal terbuka masuk ke PPP namun tidak bisa langsung jadi Ketua Umum. (Sandi) tidak bisa langsung menjadi Ketua Umum. Harus menjabat di DPP dulu satu periode," lanjut Arsul.

Arsul menjelaskan, jika ada tokoh eksternal yang hendak menjadi ketum, ia bisa masuk dulu ke PPP kemudian masuk dalam pengurus PPP. Kemudian, di muktamar selanjutnya atau 5 tahun lagi barulah ia bisa menjadi caketum. "Yang bisa dia bergabung dulu dalam satu periode kepengurusan pada posisi selain Ketua Umum. Nah, pada Muktamar berikutnya dia bisa mencalonkan atau dicalonkan sebagai caketum," kata Arsul.

Achmad Baidowi mengamini pernyataan Arsul itu. Ia juga menerangkan bahwa seorang yang ingin mencalonkan diri menjadi Ketum PPP harus pernah menjadi pengurus PPP di tingkat DPP atau DPP minimal satu periode lebih dahulu. Namun menurut dia, syarat itu bisa saja diubah pada Muktamar IX PPP mendatang, bergantung pada kesepakatan atau keputusan para pemilik suara.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved