Renungan
RENUNGAN - "Happy Ending"
Ibarat Sinetron atau film, Boas akhirnya mencapai "happy ending" atau akhir cerita yang membahagiakan.
Rut 4:7-8
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ibarat Sinetron atau film, Boas akhirnya mencapai "happy ending" atau akhir cerita yang membahagiakan. Meski masih ada proses lanjutan untuk menguatkan dan mensahkan penyerahan hak menebus tanah milik Elimelekh dan Naomi, plus Rut sebagai isterinya, tapi inti atau puncak perjuangan Boas berhasil dia raih.
Si penebus akhirnya "menyerah." Dia menyerahkan hak penebusannya secara penuh kepada Boas. Dia pun menanggalkan kasutnya dan diserahkan kepada Boas.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau saja yang membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya. (ay 8)
Si penebus tidak mau menegakkan atau melanjutkan nama Elimelekh dan Naomi, dan mendapatkan tanah serta Rut sebagai isterinya. Dia lebih memilih kelangsungan nama keluarganya daripada menanggung atau menebus dan menegakkan nama orang lain. Sebab dia mengasihi keluarganya.
Boaspun mendapatkan apa yang diinginkannya. Meski si penebus sudah menyerahkan kasutnya sesuai adat istiadat, tapi Boas tetap meminta agar para tua-tua dan orang-orang yang ada pada waktu itu menjadi saksi untuk menguatkan dan mensahkan peralihan hak itu. Semuanya berjalan sesuai yang dia usahakan dan inginkan.
Sahabat Kristus, apa yang dilakukan Boas, sepertinya lancar-lancar saja dan biasa saja. Tapi sesungguhnya jika kita renungkan lebih jauh, ada pesan dan hal mendasarkan di balik semua peristiwa itu.
Rut adalah orang asing. Dia terbilang gagal dalam membina rumah tangganya karena kehilangan suami. Dia jatuh miskin. Hidupnya sangat memprihatinkan bersama mertuanya. Sementara itu, Boas seorang yang kaya dan status sosialnya jauh di atas.
Jurang pemisah di antara keduanya terlalu jauh. Tapi, Boas rela mengulurkan tangannya untuk orang yang jauh "di bawahnya." Bahkan dia rela berkorban bagi mereka.
Tuhan memiliki rancangan yang indah bagi kedua insan ini. Itulah yang menjadi pesan firman bagi kita di saat ini. Yakni bahwa jika kita hidup setia, taat kepada Tuhan, rendah hati, mau berkorban bagi sesama, maka kita akan happy ending. Bahkan hidup kita "happy without ending," di dalam Tuhan Yesus. Yah, bahagia tanpa akhir, akan menjadi bagian orang yang hidup rendah hati, setia, taat dan dengar-dengaran kepada Tuhan.
Kita memang akan melewati badai ujian. Tapi badai cobaan itu akan melengkapi kebahagiaan kita. Bukan mengambil kebahagiaan kita. Sebab di dalam Tuhan, hidup kita "happy never ending" bahagia tiada henti.
Lihatlah Boas dan Rut. Mereka rendah hati, rela berkorban, setia dan taat kepada Tuhan. Kebahagiaan sunggu tiada akhir meski mereka tak lagi di bumi. Mereka menikmati kekayaan dan kebahagiaan di bumi dan di sorga.
Sebab, pada akhirnya mereka memiliki anak yang dinamai Obed, ayah Isai atau Opa dari Daud. Demikianlah berbahagianya orang yang hidup dalam Tuhan.
Sebagai keluarga Kristen, teruslah hidup dalam Tuhan. Nyatalanlah identitas Kekristenan kita dengan terus melakukan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Maka kita dan keluaga akan menikmati kehidupan yang "happy never ending," atau always happy and joy di dalam nama Tuhan Yesus. Amin
DOA: Tuhan Yesus, tolong kami agar hidup rendah hati, rela berkorban dan selalu setia dan taat kepada-Mu agar kami menikmati kebahagiaan sempurna dari Tuhan. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-kristen-rela-menderita-orang-kristen-sejati-pasti-melewati-penderitaan.jpg)