Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulut

Agus Fatoni Target Selesaikan 3 Tugas Utama

Jajaran Harian Tribun Manado dan tribunmanado.co.id, bersilaturahmi dengan Pjs Gubernur Sulut, Agus Fatoni di Ruang Kerja Gubernur, Kamis 15/10/2020

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Gryfid Talumedun
ryo noor/tribun manado
Jajaran Harian Tribun Manado dan tribunmanado.co.id, bersilaturahmi dengan Pjs Gubernur Sulut, Agus Fatoni di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (15/10/2020) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jajaran Harian Tribun Manado dan tribunmanado.co.id, bersilaturahmi dengan Pjs Gubernur Sulut, Agus Fatoni di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (15/10/2020)

Silaturahmi Tribun Manado dan Agus Fatoni berlangsung hangat.

Hadir dalam pertemuan itu General Manager Tribun Manado Risdianto Tunandi, Wakil Pimred Jumadi Mappanganro, News Manager Choiruman, dan Advertising Manager Hendrik Sumenda.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendagri ini banyak berkisah pengalamannya di dunia birokrasi, fokus menyelesaikan tugas sebagai Pjs Gubernur, dan program.

TM : Sebelum resmi ditunjuk sebagai Pjs Gubernur Sulut, Anda sebelumnya ramai diberitakan akan menjabat Pjs Gubernur Jambi, Bagaimana kisahnya hingga bisa keputusan itu berubah?

AF : Awalnya memang sudah dapat informasi ditunjuk Pjs Gubernur Jambi, itu beberapa hari sebelum dikukuhkan sebagai Pjs Gubernur Sulut. Mungkin teman-teman media sudah dapat informasi, maka diberikanlah saya Pjs Gubernur Jambi.

Kami di sipil kalau belum dilantik maka belum resmi. Saya sampai was-was, kan belum tapi sudah diberitakan, coba telepon teman-teman agar jangan dulu dipublish, tapi tidak bisa bendung lagi. Akhirnya hari H, diputuskan Pjs Gubernur Sulut.

Saya dari Lampung, memang Lampung, Jambi, Bengkulu, Sumsel, dan Babel budaya sama, tapi Saya juga hanya menerima apa yang ditugaskan pimpinan. Dan ternyata saya nyaman di Sulut.

TM: Bagaimana reaksi Anda ketika putusan akhir ternyata jadi Pjs Gubernur Sulut?

AF: Saya bersyukur, coba searching digoogle saya ini Pjs Gubernur Jambi, dan Pjs Gubernur Sulut. Jadi resminya Pjs Gubernur Sulut, Kemudian Pjs Gubernur Jambi versi media.

TM: Ini kali pertama Anda menjabat Pjs Gubernur, Bagaimana perasaan Anda?

AF: Saya sebelum menjabat Pjs Gubernur, pernah jadi ajudan gubernur. Pernah sebagai kepala Biro Adpim, pimpinan saya banyak yang jadi Penjabat Gubernur, saya yang ngawal dan dampingi. Jadi pengalaman sudah banyak. pengalaman adalah guru terbaik, tapi pengalaman terbaik adalah pengalaman orang lain.

TM : Menurut Anda lebih baik jadi Pjs Gubernur Sulut atau Pjs Gubernur Jambi?

AF: Saya hitung 6 kali menginginkan sebuah jabatan, tapi tidak dapat sesuai yang diinginkan.

Baca juga: Perang Tagline di Pilgub, Olly Dondokambey - Steven Kandouw Kampanyekan Pentingnya Sinergitas

Dulu waktu mau promosi eselon IV saya ingin jabatan di tempat itu, karena mau lanjutkan S3 agar tidak terlalu sibuk, rupanya dilantik di situ juga

Minta tidak diprotokol akhirnya dikasih juga jabatan itu (protokol). Dari itu saya simpulkan Tuhan yang tentukan. Tugas kita bekerja sebaiknya, nanti pimpinan yang mikirin cocok di mana yang tentukan Tuhan. Kita hanya perlu ikhlas, kalau tidak ikhlas kita sengsara. Pekerjaan di mana saja sama saja.

TM: Apa target Anda sebagai Pjs Gubernur Sulut?

AF: saya ingin kerja sebaik - baiknya dan sukses. Selain tugas rutin pemerintahan, saya ingin Pilkada sukses, penanganan Covid berhasil, dan pekerjaan tambahan mensosialisasikan UU Omnibus Law, ini bonus

TM : Khusus UU Omnibus Law, Bagaimana Anda melihat reaksi di Sulut?

AF : Di Sulut tidak ada demo buruh, diganti dengan dialog. Tadi saya menerima buruh berdialog, ada penyerahan aspirasi dari buruh.

Sehari sebelumnya juga berdialog dengan buruh, sehari sebelumnya lagi dengan mahasiswa. Saya senang forkompimda kompak, masyarakat baik, ada keinginan menjaga Sulut aman, tentram, dan toleran. sulut Termasuk daerah toleran, saya apresiasi masyarakat, pihak kemanan, pekerja dan mahasiswa.

TM: Bagaimana kesan Anda selama tinggal dan bekerja di Provinsi Sulut?

AF: Saya nyaman nggak rasa asing. Ketika saya awal bertugas sebagai Pjs Gubernur, DPRD sampai ketuk palu memberikan suport dukungan. Hubungan Pemprov dan DPRD harmonis, semua enak, kalau berantem nggak selesai - selesai, energi habis.

Media juga kompak, dulu ada istilah bad news is the good news, sekarang ini good news is the best news. Pemberitaan apa adanya.

TM: Informasinya Anda sedang menginisiasi sebuah program untuk memutus mata rantai Covid 19, bisa diceritakan?

AF: iya, namanya Gerakan Sulut Bermasker disingkat GSB. Dibantu media, kita ingin mengedukasi kepada masyarakan menanamkan bermasker. Masyarakat disiplin gunakan masker.

Kata Pak Jokowi, jangan hanya send, tapi deliver. Nggak cukup saja deliver, tapi dipakai.

Baca juga: Ramalan Zodiak Jumat 16 Oktober 2020: Taurus Sukses dalam Urusan Uang, Gemini Merindukan Privasi

TM: Ada kendala Anda mensosialisasikan GSB?

AF: di Indonesia ada 17 persen orang tidak percaya covid, atau percaya tidak akan kena covid.

Di Sulut, 27 persen tidak percaya. Sulut termasuk kedua di bawah Maluku. Ini bahaya ayo pakai masker, kita lakukan gerakan 4 M.

Di kristen ada firman Tuhan intinya semua ditentukan Tuhan. Begitu juga di islam, percaya semuanya Tuhan menentukan

Analisa saya, tingkat keimanan itu tinggi, tapi tidak diimbangi informasi. Tuhan yang menentukan, tapi kita wajib berusaha menjaga jangan sakit. Peran Tokoh agama dan tokoh masyarakat menyuarakan hal ini.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved