Berita Sulut
Perang Tagline di Pilgub, Olly Dondokambey - Steven Kandouw Kampanyekan Pentingnya Sinergitas
Tagline yang baru-baru ini mencuat menyangkut sinergitas pusat, provinsi, kabupaten/kota.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kampanye Pilkada, tak lengkap tanpa tagline para pasangan calon. Plkada jadi ajang perang tagline
Pasangan nomor urut 3 Olly Dondokambey - Steven Kandouw mengampanyekan sejumlah tagline.
tribunmanado.co.id mencatat setidaknya 3 tagline digunakan dalam sejumlah kesempatan kampanye.
Tagline yang baru-baru ini mencuat menyangkut sinergitas pusat, provinsi, kabupaten/kota.
Menurut Olly, kendala pembangunan karena tidak adanya sinergitas segaris antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota.
Olly meyakinkan jika bisa sinergi, maka akan terjadi perubahan besar.
Baca juga: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Akhir Oktober BLT Tahap 2 Rp 600 Ribu Cair Untuk Karyawan
Isu di angkat Olly-Steven, sinergi pusat dan provinsi sudah begitu baik. Bisa dibilang Sulut anak Emas Presiden Jokowi. Apa yang diminta Olly selalu dipenuni Presiden Jokowi.
Persoalannya kerap mentok di kabupaten/kota. Untuk menjawab masalah ini, Olly - Steven butuh partner segaris di kabupaten/kota.
Semisal di Kota Manado, Olly yakin bisa membangun sinergitas dengan Pasangan nomor urut 1 Andrei Angouw-Richard Sualang.
"Jika Olly-Steven dan AA-RS menang, maka perubahan besar akan terjadi, ini adalah komitmen," kata Olly baru
Olly mencontohkan ketika ia memperjuangkan ke pemerintah pusat untuk pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Regional di Iloilo, Desa Wori, Minahasa Utara
Perjuangan ini membuahkan hasil, TPA iloilo ini sudah dikeluarkan Keppres untuk pembangunan proyek yang bisa menyelesaikan persoalan sampah di Manado dan Minut.
Hal ini merupakan sinergitas antara pusat dan daerah
"Ini menjadi satu-satunya di republik tercinta ini, yang disetujui ada keppres pembangunan sampah regional. Cuma di Sulut. Tidak ada di tempat lain. Sehingga pemerintah pusat sudah siapkan Rp270 miliar untuk membangunnya," kata Olly.
Meski sudah empat tahun disetujui, proyek ini mengalami hambatan dalam beberapa tahun, sehingga baru bisa dilakukan peletakkan batu pertama beberapa minggu lalu.