Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Ternyata Inggris Punya Peran dalam Penghancuran Timor Leste, Fakta Terungkap dari Dokumen Ini!

Dalam sebuah dokumen, yang dikutip dari Independent Australia, pemerintah Inggris, Australia, dan Amerika disebut-sebut terlibat di dalamnya.

Editor:
ISTIMEWA
Bendera Timor Leste 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada tahun 1975 Indonesia melakukan invasi ke Timor Leste.

Diketahui hal ini dilakukan dalam rangka mempertahankan wilayahnya.

Diketahui, dalam invasi tersebut ada peran Amerika.

Yang secara aktif membantu memasok senjata hingga otak di balik invasi tersebut.

Akan tetapi, dalam sebuah dokumen, yang dikutip dari Independent Australia, pemerintah Inggris, Australia, dan Amerika disebut-sebut terlibat di dalamnya.

Hal itu diungkapkan dalam penelitian terbaru di Arsip Nasional (UK) tahun 2017, mengenai British Foreign and Commonwealth Office (FCO) dan Timor Leste.

Bendera Timor Leste.
Bendera Timor Leste. (Google)

Jerat Leher Anak hingga Tewas, Ayah Depresi karena Corona, Coba Bunuh Diri: Makamkan Satu Liang

Kebakaran Sabtu Subuh Pukul 04.30 WIB, 2 Mahasiswi Akper Tewas, Terjebak di Lantai 2 Kos

Ada tiga poin dalam penelitian tersebut, salah satunya Inggris disebut-sebut terlibat dalam penghancuran Bumi Lorosae.

Inggris dipandang memiliki informasi yang jelas melalui hubungan kedutaan dengan Australia, dan semua peristiwa dan perkembangan Timor Leste sebelum dan sesudah invasi Indonesia.

Kedua, Inggis seperti rekan Australia, mereka tahu banyak tentang pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Timor Leste.

Ketika hal yang paling mengejutkan adalah campur tangan Inggris berhubungan dengan Indonesia dalam invasi Timor Leste.

Inggris dikatakan mencoba merongrong hak asasi manusia di Timor Leste, demi memperluas hubungan diplomatiknya dengan Indonesia.

Padahal dalam kasus ini, Inggris adalah negara yang suka menguliahi negara lain soal hak asasi manusia, tetapi secara sadar dan terang-terangan, Inggris mendukung dalam genosida dan pemusnahan Timor Leste oleh Indonesia.

Memang, AS dan Inggris (termasuk Australia) mempertahankan hubungan militer, penjualan senjata vital, dan terus memberikan perlindungan diplomatik kepada militer Indonesia dalam invasi ini.

Dukungan semacam itu yang diberikan secara bebas dan terang-terangan hampir secara total mengabaikan etika terhadap semangat hukum internasional.

Militer Indonesia tidak akan pernah serius memikirkan dampak agresi apa pun terhadap Timor Leste.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved