Berita Bitung
Istri Calon Wali kota Bitung Kooperatif Penuhi Panggilan Kejari
Sejumlah Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkot Bitung dan bukan ASN yang diperiksa Kejaksaan Negeri Bitung, satu di antaranya publik figur
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bitung dan bukan ASN yang diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung, satu di antaranya publik figur.
Dia adalah perempuan KLR, merupakan ASN yang sedang cuti karena sang suami melaksanakan kampanye sebagai calon Wakil Wali Kota Bitung pada Pilkada 9 Desember 2020.
Perempuan KLR, terpantau turun dari mobil Kijang Inova warna hitam.
Berbalut pakaian blus putih dan celana panjang warna hitam, tiba di kantor Kejari belum sebelum pukul 14.00 Wita dan selesai memberikan keterangan sekitar pukul 14.47 Wita.
Kepada wartawan, KLR yang didampingi seorang perempuan berkerudung warna abu-abu kooperatif beri keterangan terkait kehadiran dirinya memenuhi panggilan Kejari Bitung.
• Sekali Posting, Ribuan Like Mengalir di Akun Medsos Tetty Paruntu
• BREAKING NEWS: Sejumlah ASN Keluar dari Kejari Bitung, Ada Apa?
• Inilah Daftar Nama Para Pejabat PNS Minahasa yang Telah Dilantik
"Terus terang, selama hidup dan seumur-umur baru kali ini dipanggil. Tapi sebagai warna negara harus datang, menghormati hukum memberikan keterangan," kata KLR kepada wartawan di depan lobi pintu masuk Kantor Kejari Bitung, Senin (5/10/2020).
Pada kesempatan itu KLR juga buka-bukaan terkait pernyataan yang dicecar langsung, oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bitung Frenkie Son di ruang kerjanya.
KLR hanya disodorkan 1 pertanyaan, yaitu apakah pernah menerima makloon jahit baju (pakaian) senilai Rp 500 ribu?
"Saya jawab tidak pernah menerima," jawabnya.
• Topang Perekonomian, Olly Targetkan Pembangunan Jalan Tol Manado-Tomohon Selesai 2024
Disodor terkait pakaian apa yang dimaksud, KLR bilang tidak mengetahuinya.
Istri paslon Wali kota Bitung menegaskan, terkait pemanggilannya oleh Kejari Bitung sebagai warga negara harus penuhi itu dan tepat pada waktunya.
Dia di undang memenuhi panggilan Kejari Bitung pukul 14.00 wita, dan dia datang tepat pada waktu.
Dia menerangkan pemanggilan dirinya secara pribadi, karena namanya disebut dalam sebuah persoalan yang ada di Dinas Perizinan dan PTSP Kota Bitung yang tidak ia ketahui duduk persoalannya.
• KPU dan Bawaslu Sulut Kembali Ingatkan Paslon Hanya Boleh Lakukan Kampanye Secara Virtual
Apalagi dengan bendahara di Dinas Penanaman Modal dan PTSP, KLR mengaku tidak mengenal.
Kuat dugaan dipanggilnya KLR bersama sejumlah ASN lainnya di jajaran Dinas Penanaman Modal dan PTSP dilapor oleh sang bendahara.
"Saya berharap ini tidak ada unsur politisnya, karena saya rasa semua Paslon orangnya luar biasa tidak memanfaatkan cara - cara tidak baik dan kita berdoa untuk itu karena segala sesuatu Tuhan yang atur," urainya.(crz)
• BNI Kanwil Manado dan Tribun Manado Kompak Bangun Sulawesi Utara
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO: