Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Yasti: Olly Setuju Sekprov dari BMR, Silangen Jabat Ketua DPRD Sulut

PDIP akhirnya menunjuk dr Fransiskus Andi Silangen menjadi Ketua DPRD Sulawesi Utara periode 2019-2020.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie Tombeg

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – PDIP akhirnya menunjuk dr Fransiskus Andi Silangen menjadi Ketua DPRD Sulawesi Utara periode 2019-2020. Legislator asal Daerah Pemilihan Nusa Utara ini menggantikan Andrei Angouw yang maju sebagai Calon Wali Kota di Pilkada Manado. Posisi Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut dari putra Bolaang Mongondow Raya (BMR) pun mencuat ke publik.

Usman Hamid: Kebangkitan Komunisme Sengaja Digoreng

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow yang melontarkan wacana itu. Sebelumnya, kursi Ketua DPRD Sulut digadang akan diduduki Rocky Wowor, putra BMR. Dalam fatsun politik selama ini, posisi politis seperti Wakil Gubernur, Ketua DPRD dan Sekprov diisi oleh keterwakilan etnis.

Wakil Gubernur sudah diisi etnis Minahasa. Kini posisi Ketua DPRD Sulut dijabat etnis Nusa Utara. Nah, ke depannya, posisi Sekprov kans dijabat etnis BMR.

Menilik situasi terkini, petahana Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Olly Dondokambey-Steven Kandouw (ODSK) sudah menggenggam BMR, posisi Ketua DPRD memang pas dijabat entis Nusa Utara. Harapannya, Andi Silangen dapat meningkatkan elektabilitas Olly-Steven di Nusa Utara.

Bupati Yasti yang merupakan karib Olly membeber, ia telah minta agar putra BMR dapat menjabat Sekprov Sulut. Olly pun setuju. "Pak Olly setuju Sekprov dari BMR," kata dia. Yasti menimbang, posisi Sekprov lebih strategis ketimbang Wakil Gubernur. Sekprov adalah panglima ASN. "Ia juga berwenang mengatur anggaran," katanya. Ungkap Yasti, siapapun putra BMR berpeluang. Asalkan mengikuti proses lelang jabatan.

Balik ke posisi pimpinan parlemen, dr Andi dipercayakan menggantikan Andrei yang mundur dari DPRD Sulut karena menjadi peserta Pilkada Manado 2020. DPD PDIP Sulut pun mengajukan surat nomor 062/EKS/DPD21/X/2020 ke DPRD Sulut perihal pengantar pengesahan dan penetapan Ketua DPRD Sulut.

Surat tersebut diteken Ketua DPD PDIP Sulut,Olly Dondokambey dan Sekretris DPD Franky Wongkar. "Pak Dokter Andi Ketua DPRD, sudah diajukan ke DPRD Sulut untuk diproses pelantikan," ungkap dia.

dr Fransiscus Andi Silangen
dr Fransiscus Andi Silangen (Tribun manado / Ryo Noor)

Andi ditetapkan sebagai Ketua DPRD sesuai surat DPP PDIP nomor 2229/IN/DPP/IX/2020 tanggal 29 September 2020. Franky mengatakan, penetapan Andi sudah melalui proses di DPP PDIP. "Aspek psikotes, wawancara dan hal lain DPP yang lakukan dan putuskan," ujarnya.

Wakil Ketua DPD PDIP Sulut, Fabian Kaloh membeber, Andi memenangi persaingan calon Ketua DPRD Sulut di DPP. Persaingan itu dalam bentuk tes psikologi dan wawancara. Ada 7 nama yang bersaing Fransiskus Silangen, Rocky Wowor, Berty Kapojos, Vonny Paat, Sandra Rondonuwu, Fabian Kaloh dan Arthur Kotambunan. Dari tujuh calon yang ikut rupanya, Andi mendapat hasil terbaik. "Psikotes dr Andi paling tinggi, saya juga ikut, kami ada tujuh orang yang ikut tes, " kata Fabian.

Silangen sebelumnya menjabat Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut. Wakil rakyat dari Dapil Nusa Utara ini berlatar belakang sebagai dokter bedah top Sulut. Ia dikenal dengan panggilan dr Andi. Sosok ini merupakan adik dari Sekprov Sulut, Edwin Silangen, dan suami dari Kepala Dinas Sosial dr Rinny Tamuntuan.

Ia diunggulkan karena keterwakilan dari Nusa Utara, jika pemerintahan di Sulut mengadopsi metode 'power sharing'. Ketua DPRD dari Dapil Nusa Utara. Setelah dua periode di pegang Wakil rakyat dari Dapil Minahasa - Tomohon dan Dapil Manado.

Bahaya, RI Alami Deflasi Tiga Bulan Berturut-turut

Di Pemilu DPRD Sulut 2019, dr Andi secara mengejutkan meraih 25.863 suara. Sebaran suaranya di Talaud (9.472), Sangihe (13.197) dan Sitaro (3.194).

Ditunjuknya dr Andi menjadi Ketua DPRD Sulut merupakan penghargaan pada masyarakat Nusa Utara, khususnya Kabupaten Kepulauan Talaud. Hal ini diungkapkan tokoh muda Ryan Maariwuth.

Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Kepulauan Talaud tersebut mengatakan, ditunjuknya Fransiskus akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Nusa Utara terlebih khusus Talaud sebagai penjaga gerbang paling utara di NKRI. "Artinya aspirasi masyarakat kepulauan saat ini, akan cepat didengar mengingat posisi Fransiskus Silangen sebagai Ketua DPRD Sulut," jelasnya.

Ia mengatakan masyarakat Nusa Utara mendambakan ke depannya pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi berbasis mikro dan makro akan menjadi prioritas. Meski begitu, tambahnya, penunjukan perwakilan Nusa Utara menjadi Ketua DPRD, memang tak luput dari kepentingan politik, karena tak bisa dipungkiri Nusa Utara, juga menjadi kantung suara yang harus dipertahankan.

"Memang ditunjuknya dr Andi ini, terlalu cepat jika dikatakan akan mempengaruhi suara, karena hak pilih ada di tangan masyarakat, namun dari aspek psikologi politik ini sangat berpengaruh," terangnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved