Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

G30S PKI

Cerita AKBP Sukitman, Sosok yang Jadi Saksi Hidup G30S PKI, Lihat Langsung 7 Jenderal TNI Dibantai

Profil dan biodata AKBP Sukitman jadi sorotan karena ia mengaku melihat langsung ketujuh jenderal TNI dibantai oleh PKI.

Editor:
Kolase Youtube
Kurator Museum dan Tribun Bogor AKBP Sukitman Saksi Hidup Tragedi G30S/PKI 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peristiwa gerakan 30 September 1965 atau G30S/PKI menyisahkan duka yang mendalam bagi keluarga korban maupun pelaku.

Diketahui, dalam peristiwa berdarah tersebut banyak yang menjadi korban.

Peristiwa tersebut bahkan menjadi sejarah kelam yang pernah terjadi di Tanah Air.

Sosok AKBP Sukitman merupakan saksi hidup gerakan 30 September 1965 oleh PKI atau G30S/PKI tersebut.

Profil dan biodata AKBP Sukitman jadi sorotan karena ia mengaku melihat langsung ketujuh jenderal TNI dibantai oleh PKI.

Fakta Pasukan Cakrabirawa, Paspampers Presdien Soekarno dengan 3000 lebih personel. Pembunuh Dewan Jenderal G30S PKI 1965.
Fakta Pasukan Cakrabirawa, Paspampers Presdien Soekarno dengan 3000 lebih personel. Pembunuh Dewan Jenderal G30S PKI 1965. (Kolase Istimewa/Line Today)

Sukitman pernah menceritakan kesaksiannya dalam tayangan 'Wawancara Eksklusif AKBP (Purn) Soekitman' yang diunggah channel youtube Kurator Museum.

Melansir dari Wikipedia, Sukitman lahir di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat pada tanggal 30 Maret 1943 dan meninggal di Depok, Jawa Barat pada 13 Agustus 2007.

Sukitman merupakan saksi sejarah terjadinya Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia G30S/PKI dan penemu lokasi pembuangan jenazah para jenderal Pahlawan Revolusi Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Sukitman terakhir berdinas di kepolisian selaku Kepala Sub Bagian (Kasubag) Regiden Polda Metro Jaya, dan pensiun pada 1998.

Di usia 18 tahun, Sukitman merantau ke Jakarta dan lulus ujian seleksi masuk Sekolah Polisi Negara SPN Kramat Jati, Jakarta Timur, pada 1961.

Siswa Angkatan VII SPN Kramat Jati ini menyelesaikan pendidikannya pada Januari 1963 dan dilantik menjadi Agen Polisi Tingkat II.

Ia pun memulai karier sebagai polisi di Markas Polisi Seksi VIII Kebayoran, Jakarta, sebagai anggota perintis dari Kesatuan Perintis/Sabhara.

Pada 30 September 1965 di malam hari, Sukitman sedang menjalankan tugas patroli.

Tiba-tiba, terdengar suara tembakan diikuti rentetan letusan senjata. Ia bergegas menghampiri sumber suara dengan sepeda kumbangnya (hadiah bagi polisi berprestasi) ke arah kediaman Jenderal DI Panjaitan.

Namun, sekelompok orang menghadang dan menculiknya.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved