Biden Sempat Ucapkan Insyaallah: Debat Capres AS Berlangsung Panas
Debat perdana Pilpres Amerika Serikat (AS) berlangsung sengit. Debat antara Donald Trump dan Joe Biden
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Debat perdana Pilpres Amerika Serikat (AS) berlangsung sengit. Debat antara Donald Trump dan Joe Biden yang digelar pada Selasa (29/9) malam waktu setempat atau Rabu (30/9) pagi waktu Indonesia itu bahkan sempat kacau lantaran Donald Trump terus menghujani Biden dengan berbagai serangan dan hinaan.
• 58 Ucapan Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2020, Peringati Hari Spesial dengan Penuh Makna
Debat 90 menit kemarin berlangsung di Case Western Reserve University. Tema yang diangkat dalam debat yakni "Rekor Trump dan Biden," "Mahkamah Agung," "Covid-19," "ekonomi," "Isu rasial," dan "integritas pemilihan." Setiap segmen debat berdurasi sekitar 15 menit. Setiap kandidat memiliki waktu dua menit untuk menjawab setelah moderator membuka setiap segmen dengan pertanyaan.
Meski aturan sudah dibuat, Trump tak pernah mematuhi aturan tersebut. Ia terus menyela ketika Biden berusaha menjawab pertanyaan dari moderator debat, Chris Wallace dari Fox News. Wallace pun harus berulang kali mengingatkan Trump mengenai aturan, yakni dilarang menyela pembicaraan. Namun, peringatan Wallace itu lagi-lagi tidak dipatuhi Trump. Setiap jawaban Biden hampir pasti disela capres Republik itu.
Tindakan Trump itu membuat 20 menit pertama sangat sedikit ruang bagi kedua capres menyampaikan dan mengekplorasi rencana kebijakannya. Trump yang selalu berbicara dan menyela penjelasan membuat Biden menumpahkan kekesalannya. Dia minta Trump diam. "Anda bisa diam tidak?" ucap Biden dengan nada kesal.
Tidak cuma meminta Trump diam, Biden juga berulang kali mengejek Trump sebagai: badut, rasis, dan anjing kecil Putin. Biden bahkan berkata: "Anda Presiden AS paling buruk." Bukan Trump kalau diam saja ketika diejek. Trump mengejek Biden sebagai orang bodoh. "Kamu tidak pintar-pintar, Joe," kata Trump.
Bukan hanya berdebat dengan Biden, Trump juga sempat berdebat dengan Wallace ketika jurnalis Fox News itu bertanya tentang layanan kesehatan. Awalnya, Wallace menanyakan janji Trump yang akan mencabut dan mengganti Obamacare, layanan kesehatan di masa mantan Presiden AS Barack Obama. "Tetapi Anda tidak pernah, dalam empat tahun ini membuat rencana komprehensif untuk menggantikan Obamacare ....," kata Wallace.
Belum sempat Wallace menuntaskan pertanyaannya, Trump sudah menjawab, "Ya, saya punya. Saya sudah menyingkirkan fasilitas itu (Obamacare)," ucapnya.
Wallace kemudian meminta Trump menjawab ketika dirinya sudah selesai bertanya. "Saat saya selesai, saya akan memberi Anda kesempatan untuk ..." Namun Trump lagi-lagi menyela pertanyaan Wallace. "Maaf saya sudah menghilangkan itu," jawabnya. "Ini benar-benar hal yang besar," imbuh Trump. "Anda yang memperdebatkannya, bukan saya," kata Wallace.
• HUT GMIM Bersinode ke-86, Steven Kandouw Ungkap Harapan GMIM Tetap Jadi Garam dan Terang
Wallace pun mengingatkan bahwa Trump seharusnya berdebat dengan Biden, bukan dengan dirinya. "Anda berdebat dengan dia, bukan saya. Biarkan saya mengajukan pertanyaan," ujarnya. Wallace lantas menanyakan soal rencana layanan kesehatan dari Trump. Namun Trump kemudian menjawab, "Saya pikir saya berdebat dengan Anda. Bukan dia (Biden). Tapi tidak apa-apa, saya tidak terkejut," tuturnya.
Momen Wallace memperingatkan Trump kembali muncul ketika pembahasan soal anak Biden, Hunter Biden, disinggung dalam sesi debat. Trump terus berupaya menyela ketika Biden menyampaikan jawabannya. Wallace pun berulang kali memperingatkan, namun hal itu tak dihiraukan Trump. Hingga Wallace pun memperingatkan dengan nada suara meninggi. "Aku benci harus menaikkan suaraku," ucapnya.
Wallace mengingatkan bahwa debat itu dibagi dalam enam segmen. Terdapat segmen ketika masing-masing calon tak boleh mendebat satu sama lain. "Nanti di segmen ketika bisa saling mendebat, Anda bisa bicara apapun yang Anda mau. Saya pikir negara akan lebih baik jika kita mengizinkan kedua orang bicara dengan lebih sedikit interupsi. Saya memohon kepada Anda, Pak, untuk melakukan itu," ujar dia.
Trump kemudian membalas bahwa Biden yang justru memotongnya berbicara, Wallace menambahkan, "Terus terang, Anda melakukan lebih banyak interupsi dari yang dia lakukan," katanya.
Ucap Insyaallah
Debat antara Trump dan Biden sebenarnya sudah memanas bahkan sebelum debat perdana di Cleveland, Ohio kemarin digelar. Sebelum sesi debat, kedua calon sudah saling serang. Biden membeberkan jumlah pajak penghasilan untuk menyindir Trump yang dilaporkan memanipulasi jumlah pajak selama bertahun-tahun.
Dari laporan dugaan manipulasi pajak yang diulas surat kabar The New York Times pada Selasa (29/9), Trump dilaporkan hanya membayar pajak sebesar US$750 atau sekitar Rp11 juta pada 2016. Sementara Biden mengaku telah membayar pajak penghasilan federal bersama istrinya Jill hampir US$300 ribu atau sekitar Rp4,4 miliar tahun lalu.