Human Interest Story
Inspiratif, Kepsek SDN 3 Momalia Ciptakan Mesin Perontok Cengkih
Hirsan Moogangga salah satu Kepsek di Sekolah Dasar Negeri (SDN) berhasil menghadirkan inovasi mesin perontok cengkih
Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Tinggal di desa bukan berarti tidak memiliki inovasi.
Banyak hal yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di pedesaan terkait dengan inovasi luar biasa.
Seperti yang di lakukan oleh Hirsan Moogangga salah satu Kepsek di Sekolah Dasar Negri (SDN) yang ada di Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolsel.
Hirsan Moogangga adalah salah satu putra kelahiran dari Desa Lion yang saat ini telah menetap di Desa Momalia 2 dan berprofesi sebagai Kepsek SDN 3 Momalia.
• Bawaslu Boltim Akan Hentikan Kampanye Paslon yang Langgar Protap Kesehatan Covid-19
• Kayla dan Nurain Pemenang Seleksi Astra Honda Motor Best Student Sulut Gorontalo
• DPRD Sulut Sambut Pjs Gubernur Agus Fatoni, Victor: DPRD Dukung Kerja Hebat
Namanya mungkin tidak familiar, akan tetapi putra kelahiran Desa Lion ini memiliki inovasi unik yang dapat membantu para petani di desanya.
Hirsan berhasil menghadirkan inovasi mesin perontok cengkih bagi masyarakat.
Dirinya mengatakan, mesin ini tercipta berawal ketika dirinya mencoba merontokan (Bacude) cengkih miliknya.
• BNI Manado Siapkan 17 Ribu Keping BNI Tapcash untuk Pengguna Tol Manado-Bitung
• BREAKING NEWS: Hadiri Gerakan Sejuta Masker, Pjs Wali Kota Bitung Gelorakan 4M
• Operasional Kimong Menanti Vaksin Covid-19
“Saya dan istri tahun kemarin (2019), pada saat panen cengkih merasa kesulitan. Karena siang hari memetik cengkih dan malamnya harus memisahkan buah dari gagangnya. Biasanya sampai jam dua pagi kami baru selesai," kata dia ketika dihubungi Tribun Manado, Selasa (29/9/2020).
Rasa lelah ini juga berpengaruh terhadap aktivitasnya di sekolah ketika hendak mengajar.
"Dari pengalaman yang saya rasakan ketika musim panen cengki, inovasi ini muncul,” ucap Hirsan.
Hirsan juga mengatakan, tidak langsung berhasil, tapi mengalami beberapa kali kegagalan dalam membuat inovasi ini.
• Pjs Gubernur Agus Fatoni Sambangi Bawaslu, Herwyn Malonda Beber Langkah Pengawasan Pilkada
Selain itu butuh waktu berbulan-bulan sampai mesin perontok cengkih ini sempurna 100 persen.
“Kurang lebih 6 bulan saya membuat alat ini dan mengalami beberapa kali kegagalan ketika uji coba, cengki banyak yang rusak," aku dia.
Walaupun memakai modal yang cukup besar karena beberapa kali gagal.
Dirinya tidak patah semangat untuk menciptakan alat perontok cengkih, dan hal ini akhirnya membuahkan hasil.
• Daftar Bank yang Menyediakan Kartu Tol Manado-Bitung, Pengendara Wajib Pakai Uang Elektronik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/hirsan-moogangga.jpg)