Kasus Mutilasi
Laeli Jadi Bucin hingga Nekat Bunuh Manajer HRD Rinaldi, Sayang Lihat Fajri Tak Makan Beberapa Hari
Adanya faktor bucin atau budak cinta yang membuat Laeli Atik nekat membunuh HRD Rinaldi. Ini alasannya!
Hal tersebut karena Fajri masih berstatus suami orang dan Laeli Atik masih lajang.
"Keduanya pasangan kumpul kebo dan tinggal mengontrak atau sewa kost, berpindah-pindah bersama.
Pernah di Depok sampai ke Jakarta," kata Kompol Handik Zusen.
Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, Fajri dan Laeli sempat memiliki usaha lain.
Menurut Handik, DAF alias Fajir pernah jadi sopir taksi online.
Namun imbas pandemi Covid-19, DAF alias Fajri pun berhenti jadi sopir taksi online dan jadi pengangguran.
Untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari berdua saat Fajri menganggur, Laeli Atik disebut rela berkorban.
Demi Fajri, Laeli Atik rela banting tulang bekerja cari nafkah dengan mengajar les kimia untuk mahasiswa.
Gaji yang diperolehnya pun digunakan untuk kebutuhan hidup berdua bersama Fajri.
"Dan yang bekerja itu adalah L sebenarnya. L sempat mengajar les untuk mahasiswa suatu perguruan, karena dia ahli dalam kimia ya," katanya.
"Gajinya untuk hidup bareng DAF itu," tambahnya.
Makin terhimpit permasalahan ekonomi imbas pandemi Covid-19, Fajri dan Laeli Atik berniat melakukan pemerasan terhadap sejumlah orang.
Salah satunya HRD Rinaldi yang menjadi target terdekat.
"Awalnya pemerasan pada korban-korban. Kemudian mencari, yang terdekat adalah korban mutilasi ini.