Nasional
Masker Scuba dan Buff Tren di Masyarakat, Achmad Yurianto: 'Masker Tersebut Tidak Memenuhi Syarat'
dr Achmad Yurianto mengatakan, tigas jenis masker itu adalah N95, masker bedah, dan masker kain. Scuba dan buff jangan.
Kemenkes membaginya ke dalam 4 tingkatan:
Pertama, apabila seseorang yang membawa virus tidak menggunakan masker dan melakukan kontak dekat dengan orang rentan, maka kemungkinan penularan mencapai 100 %.
Kedua, orang yang sakit pakai masker, sementara kelompok rentan tidak memakai masker, maka potensi penularan mencapai 70%,
Ketiga, orang sakit pakai masker, sementara orang sehat tidak pakai masker, maka tingkat penularannya hanya 5 persen.
Keempat, jika keduanya pakai masker, maka potensi penularan hanya 1,5%.
Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, pemerintah sedang gencar-gencarnya mempromosikan gerakan pakai masker yang baik dan benar, sebagai ujung tombak menekan penyebaran Covid-19.
Satu di antaranya, tak menyarankan penumpang KRL untuk memakai masker scuba dan buff jika ingin menggunakan jasa KRL.
"Masker kain yang bagus adalah yang berbahan katun dan berlapis tiga."
"Mengapa hal itu penting?"
"Karena kemampuan memfiltrasi atau menyaring partikel virus itu akan lebih baik dengan jumlah lapisan yang lebih banyak."
"Dalam hal ini tiga lapisan berbahan katun."
"Dan masker scuba atau buff ini adalah masker dengan satu lapis saja dan terlalu tipis."
"Sehingga kemungkinan untuk tembus tidak bisa menyaring lebih besar."
"Maka dari itu disarankan untuk menggunakan masker yang berkualitas untuk bisa menjaga," tutur Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (15/9/2020).
Lantas, bagaimana masker yang memberi proteksi dari virus dan bakteri?