Teuku Markam
Sosok Teuku Markam, Penyumbang 28 Kg Emas Monas, Dituduh PKI dan Dipenjara Soeharto, Harta Dirampas
Pada puncak bangunan yang menjulang setinggi 132 meter, terdapat nyala obor yang terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan dilapisi emas murni
Dia memiliki perusahaan bernama PT Karkam.
Saat muda, Teuku Markam memasuki dunia militer.
Tepatnya, melalui pendidikan wajib militer di Koeta Radja atau sekarang yang lebih dikenal dengan Banda Aceh.
Dia menamatkan pendidikannya dengan pangkat Letnan Satu.
Teuku Markam kemudian bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI), serta pernah mengikuti pertempuran di Tembung, Sumatera Utara.
Meski demikian, Teuku Markam pernah merasakan mendekam di Penjara.
Teuku Markam berada di penjara karena persaingan bisnisnya dengan Teuku Hamzah sekitar tahun 1957.
Saat itu, Teuku Hamzah menjadi Panglima Kodam Iskandar Muda.
Namun, pada tahun 1958 Teuku Markam baru keluar dari penjara.
Usai bebas dari penjara, Teuku Markam kembali menggeluti dunia bisnis.
Dia banyak mengembangkan bisnisnya pada sektor pembuatan kapal.
Teuku Markam pun menjadi pengusaha yang sangat sukses saat itu.
• Warga Aceh Buru Emas 400 Kilogram Dipinjam Negara Era Presiden Soekarno, Ahli Waris Sulit Buktikan
• Resep Makanan Jepang Takoyaki Isi Keju, Yuk Coba!
Oleh karena itu, dia berkomitmen untuk membantu Presiden Soekarno memberantas buta huruf, dan membebaskan Irian Barat.
Selain membantu dalam kedua hal itu, dia juga berkomitmen membantu Soekarno membangun Monas, dan menyumbangkan emas seberat 28 kilogram.
Nahas, nasib Teuku Markam tak selalu mujur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/teuku-markam-pengusaha-asal-aceh-yang-sumbang-emas-666.jpg)