Kasus Mutilasi
Motif Terselebung Pasangan Kumpul Kebo Mutilasi Manajer HRD Rinaldi Terungkap, Ahli Bongkar Modusnya
Terungkap motif terselebung dua pelaku mutilasi LAS dan DAF kepada manajer HRD Rinaldi Harley Wismanu di apartemen Kalibata City.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Mencuat ada sebuah motif terselebung dua pelaku pembunuhan mutilasi kepada Rinaldi Harley Wismanu (33), Manajer HRD PT Jaya Obayashi di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.
Hal tersebut dijelaskan, Ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menilai, aksi mutilasi menyusul pembunuhan yang dilakukan pasangan kumpul kebo Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadll Al Fajri (26) kepada Rinaldi Harley Wismanu (33), Manajer HRD PT Jaya Obayashi, memang sadis.
"Kesadisan itu diasosiasikan dengan luapan emosi negatif," ujar Reza kepada Warta Kota, Jumat (18/9/2020).
Namun raktanya, kata Reza, mengacu investigasi Polda Metro Jaya, tidak demikian.
"Kasus ini tampaknya termasuk dalam tipe pembunuhan instrumental-gratifikasi atau karena faktor ekonomi," katanya.
Niat awal para pelaku adalah merampas harta.
"Tapi karena korban melawan, terjadi benturan fatal," kata Reza.
Perilaku kedua pelaku menurut akhirnya kebablasan. Sehingga perampokan atau pemerasan berencana, berubah menjadi pembunuhan berencana.
"Aksi mutilasi mereka pun bukan didorong oleh emosi seperti banyak kasus mutilasi lainnya, tapi dilatari motif instrumental," papar Reza.
Jadi kata dia, mutilasi tidak ada sangkut pautnya dengan suasana hati, pula, yaitu untuk menghalangi kerja kepolisian.
"Tubuh korban dicacah-cacah dengan maksud agar barang bukti lebih mudah dihilangkan, pelarian diri dari TKP lebih cepat, dan korban tidak dapat diidentifikasi," kata dia.
Modus yang rapi, katanya yaitu dengan menjebak korban secara seksual, boleh jadi mengindikasikan bahwa secara berkelompok para pelaku pernah melakukan modus serupa sebelumnya.
"Karenanya, betapa pun kebablasan, penggunaan modus yang sama atas diri korban terakhir, merupakan bukti kefasihan sekaligus puncak karir kriminal para pelaku. Yakni kriminal generalis, bukan spesialis pembunuhan," kata Reza.
Menurut Reza, dengan asumsi adanya riwayat kejahatan dan kefasihan sebagai hasil belajar, ditambah dengan hasil studi bahwa faktor finansial merupakan prediktor yang kuat bagi residivisme pelaku pembunuhan,