Torang Kanal
Gadis Cantik, Anak Mantan Petinju Nasional Ini Jawara di Bidang Muaythai
Anak Hengky Wuwungan mengharumkan nama Sulut sebagai Atlit Muaythai adalah Firstpretty Brenda Imbruglia Wuwungan
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pada dekade 80-an hingga awal 2000-an menjadi tahun bersejarah juga membanggakan bagi warga Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Di mana pada era itu, lahir sejumlah atlet berbakat pada beberapa cabang olahraga yang kemudian mengharumkan nama Sulut pada kompetisi tingkat nasional, dan nama Indonesia hingga pada ajang internasional.
Salah satu atlet yang berhasil mengharumkan nama daerah di era itu pada cabang tinju adalah Hengky Wuwungan.
Hengky Wuwungan sendiri adalah mantan juara IBF Intercontinental junior bantam weight asal Sulawesi Utara (Sulut).
• BREAKING NEWS: Warga Desa Lansot Dihebohkan Dengan Penemuan Bayi Laki-Laki
• Olly-Steven Unggul 68,1 Persen Hasil Survei LSI, Olly: Prinsip Saya Kerja, Kerja, Kerja
• BPS Lakukan Sensus Penduduk Malam, Ini Tujuannya
Saat ini, anak Hengky Wuwungan mengharumkan nama Sulut sebagai Atlit Muaythai adalah Firstpretty Brenda Imbruglia Wuwungan.
Pretty panggilan akrabnya ketika ditemui mengatakan, awal mula dirinya hingga meraih prestasi untuk membawa nama Sulut.
"Pertama kali kelas lima Sekolah Dasar (SD) sudah latihan Anggar tapi belum sempat mendapat juara, dan sempat terhenti kelas enam, kemudian masuk SMA kelas satu sampai kelas tiga mulai latihan Karate, hingga sabuk coklat dan mulai dapat juara," ucap anak kedua dari empat bersaudara yang semuanya perempuan.
• Bawaslu Boltim Lakukan Verifikasi Faktual Ijazah Tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati
• Sosok Ini Cegah Donald Trump Bunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad, Padahal Tinggal Eksekusi
Pretty mengaku sudah menjadikan olahraga sebagai hobi, kemudian dengan latihan itu pertama kali mendapat juara pada tahun 2016, juara 3 Kumite Kadet Putri (-47kg) Kejurnas Karate Amura.
Menurut anak dari Hengky Wuwungan dan Jane Sembajang Muaythai ini, sistemnya hampir sama seperti Tinju tetapi untuk pukulan ditambah tendangan.
Usai dari Karate, gadis kelahiran Manado, 17 Desember 2001 pindah di Muaythai dan menceritakan kisahnya hingga menjadi atlet seperti sekarang ini.
"Awalnya tidak tertarik untuk menjadi seorang atlet, tapi karena sering ke tempat latihan bersama Papa, dan ketemu banyak teman, lalu mulai ikut-ikutan saja latihan dipandu oleh papa," kata perempuan yang bercita-cita menjadi seorang Jaksa.
• BPS Lakukan Sensus Penduduk Malam, Ini Tujuannya
Perempuan yang sekarang menuntut ilmu semester 5, Fakultas Hukum Unsrat ini katakan, mulai dari situ timbul keinginan untuk latihan, pertama itu Anggar, walaupun sempat terhenti dan saat di SMA itu ada lomba Karate jadi coba ikut karena sudah ada keinginan saat latihan.
Karena sudah menjadi atlet berprestasi, dirinya bekerja menjadi Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Utara.
"Sekarang sementara persiapan untuk ikut di PON pada bulan Juli tahun depan di Papua. Papa sekarang jadi pelatih di Muaythai khususnya tim PON yang akan berlaga di Papua. Tetapi papa juga tetap memberikan latihan tinju, di rumah kalau ada anak-anak yang suka latihan," tambahnya.
Ia mengakui, memang papanya tidak asli pelatih Muaythai, tetapi dipanggil jadi pelatih Muaythai khususnya melatih di pukulan tangan karena basik petinju.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/firstpretty-brenda-imbruglia-wuwungan.jpg)