Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Donald Trump

Sosok Ini Cegah Donald Trump Bunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad, Padahal Tinggal Eksekusi

Donald Trump menerangkan dia sudah mempunyai persiapan untuk membunuh Bashar al- Assad, dan tinggal mengeksekusinya.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
AFP/SANA
Bashar al-Assad ungkap rasa terima kasih dan menyatakan puas atas gencatan senjata Rusia-Turki di Idlib, Suriah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Suriah Bashar nyaris dibunuh militer Amerika Serikat pada 2020.

Hal ini diungkap Presiden Amerika Serikat Donald Trump 

Donald Trump pernah berniat membunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad pada 2017.

Namun dalam wawancaranya dengan Fox & Friends, presiden dari Partai Republik itu menuturkan niatnya dicegah menteri pertahanan saat itu, Jim Mattis.

Dalam wawancaranya, Trump menerangkan dia sudah mempunyai persiapan untuk membunuh Bashar al- Assad, dan tinggal mengeksekusinya.

"Mattis tidak ingin melakukannya. Dia adalah jenderal yang terlalu dilebih-lebihkan performanya. Jadi saya mendepaknya," kata dia.

Ramalan Zodiak Besok Kamis 17 September 2020, Virgo Apakah Hubungan Tetap Berlanjut atau Disudahi

Doa-doa Pendek yang Mudah Dihafal, Termasuk Doa Sebelum Bekerja dan Doa Meminta Ilmu yang Baik

Presiden Suriah Bashar al-Assad berpidato di komite pemerintah yang mengawasi langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Damaskus, Suriah dalam selebaran ini yang dirilis oleh SANA pada 4 Mei 2020
Presiden Suriah Bashar al-Assad berpidato di komite pemerintah yang mengawasi langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Damaskus, Suriah dalam selebaran ini yang dirilis oleh SANA pada 4 Mei 2020 (Reuters/Sana Sana)

Pengungkapan itu memperkuat laporan dari jurnalis veteran AS, Bob Woodward, dalam bukunya "Fear: Trump in the White House" pada 2018.

Saat itu, presiden 74 tahun tersebut ingin melenyapkan Assad setelah dia melancarkan serangan kimia kepada warga sipil pada April 2017.

"Mari kita bunuh dia! Mari kita masuk, dan bunuh semua bajingan itu," kata sang presiden kepada Mattis seperti dituliskan Woodward.

Namun seperti diberitakan The Guardian saat itu, para pembantunya tahu bahwa langkah tersebut hanya akan memberi dampak buruk ke depannya.

Jadi, Mattis pun memberitaaunya bahwa dia "akan melakukannya". Namun, alih-alih dia hanya mengusulkan serangan udara skala kecil yang tak bakal membahayakan Assad.

Begitu buku itu beredar, presiden ke-45 AS tersebut langsung membantahnya. "Hal itu sama sekali tak terpikirkan," bebernya pada 5 September 2018.

 
Dilansir AFP Selasa (15/9/2020), dia melanjutkan tidak menyesali keputusan di mana dia tidak jadi mengeksekusi pembunuhan Assad.

Taipan real estate itu berujar, selama ini dia hanya memandang Bashar al-Assad sebagai sosok tidak baik, hingga dia berambisi untuk membunuhnya.

"Namun Mattis menentangnya. Mattis hampir selalu menentang apa pun yang saya rencanakan tentang itu (Assad)," jelas Trump.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved