Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Korban Kecelakaan Positif Corona

Tenaga Medis Jalani Isolasi Karena Tak Tahu Korban Kecelakaan Kritis Ternyata Positif Covid-19

Sudah menjadi tugas sebagai tenaga medis siap menolong orang yang sakit. Terkait hal tersebut belasan tenaga medis menjalani isolasi.

Editor: Glendi Manengal
Shutterstock
ILUSTRASI virus corona di Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sudah menjadi tugas sebagai tenaga medis siap menolong orang yang sakit.

Terkait hal tersebut belasan tenaga medis menjalani isolasi.

Diketahui karena tak tahu korban kecelakaan yang kritis ternyata Positif Corona.

Masih Ingat Menantu Jokowi Selvi Ananda, Kini Penampilannya Berbeda Sejak Dinikahi Gibran Rakabuming

Cara Mudah Daftarkan IMEI untuk Para Pengguna Handphone Iphone yang Dibeli dari Luar Negeri

Klasemen MotoGP 2020- Andrea Dovizioso Teratas, Rossi & Vinales Sama Poin, Persaingan Juara Ketat

Pasien korban kecelakaan kritis ternyata positif Covid-19, belasan tenaga medis di Aceh Utara diisolasi.

Seorang pasien korban kecelakaan ternyata positif mengidap Covid-19.

Tak pelak, belasan tenaga medis terpaksa diisolasi mandiri di rumah masing-masing karena bersentuhan langsung saat melakukan operasi salah satu pasien di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara.

Bahkan, ruang operasi itu juga ditutup untuk sementara waktu agar diseterilkan.

Selain itu, ruang instalasi gawat darurat juga ditutup sementara untuk sterilisasi.

Kepala Bagian Umum dan Hubungan Masyarakat, RSUCM Aceh Utara, Jalaluddin, kepada wartawan, Selasa (15/9/2020) menyebutkan, pasien itu korban kecelakaan pada 10 September 2020 lalu.

Karena kritis, tim medis langsung melakukan operasi.

“Sesuai protokol diambil sampel swab. Ternyata begitu hasilnya keluar, pasien itu positif. Maka, kita karantina belasan tenaga medis yang turut membantu pasien itu di IGD maupun di ruang operasi,” kata pria yang akrab disapa Jala ini.

Dia menyebutkan, proses sterilisasi IGD dan ruang operasi dilakukan selama enam jam dengan cara penyemprotan cairan disinfektan.

“Mereka isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing,” katanya.

Akibat kejadian itu, rumah sakit terpaksa merotasi sejumlah tenaga medis dan jam kerja. Sehingga bisa melayani masyarakat seperti biasa.

“Kami imbau masyarakat tetap patuh protokol kesehatan,” pungkas Jala.

Beda Batuk Biasa dan Batuk Covid-19

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved