Berita Kesehatan
Anda Sulit Menahan Kencing? Patut Waspada, Kemungkinan Anda Alami Kondisi Medis Ini
Inkontinensia Urine adalah keluarnya urine di luar kehendak. Hal ini dapat menimbulkan masalah kesehatan maupun sosial.
6. Kondisi medis lainnya
Penyakit seperti gangguan saraf, gangguan imun, dan diabetes dapat meningkatkan risiko inkontinensia urine.
Penyebab inkontinensia urine
Inkontinensia urine ada yang bersifat sementara dan menetap.
Inkontinensia urine bersifat sementara dapat disebabkan oleh pengaruh minuman, makanan, dan obat-obatan tertentu yang merangsang kandung kemih dan meningkatkan volume urine.
Beberapa makanan dan minuman yang bisa menyebabkan inkontinensia urine antara lain, yakni:
- Alkohol
- Kafein
- Minuman yang mengalami proses karbonasi atau soda
- Pemanis buatan
- Cokelat
- Cabai
- Makanan yang banyak memakai bumbu dan banyak gula
- Makanan yang bersifat asam, seperti jeruk
Sedangkan sejumlah obat-obatan yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami inkontinensia urine, yakni:
- Obat untuk penyakit jantung dan hipertensi
- Obat penenang
- Pelemas otot
- Suplemen vitamin C dosis tinggi
Sementara itu, inkontinensia urine menetap bisa terjadi karena adanya kondisi atau perubahan fisik seseorang seperti:
- Kehamilan
- Proses persalinan
- Pertambahan usia (degeneratif)
- Menopause
- Operasi pengangkatan rahim
- Pembesaran prostat
- Kanker prostat
- Riwayat operasi daerah panggul
- Sumbatan traktus urinarius
- Gangguan saraf
Inkontinensia urine menetap juga dapat disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti infeksi saluran kencing (ISK) dan konstipasi.
Cara mengobati inkontinensia urine
Terapi inkontinensia urine dapat dilakukan tergantung dari tipe kelainan yang dialami, derajat, dan penyebab yang mendasarinya.
Penanganan awal pada inkontinensia tekanan, desakan, dan campuran, meliputi:
- Anjuran untuk memperbaiki gaya hidup, seperti menjaga berat badan ideal, mengurangi asupan kafein, dan berhenti merokok
- Melakukan terapi fisik atau fisioterapi, seperti latihan otot dasar panggul, penggunaan biofeedback, dan stimulasi elektrik
- Pengaturan jadwal berkemih
- Terapi perilaku
- Pemberian obat-obatan
Sedangkan penanganan awal pada kasus inkontinensia urine luapan dan kontinu bergantung pada sebab yang mendasarinya.
Misalnya, jika penyebab inkontinensia urine karena ada pembesaran prostat jinak, kemungkinan diperlukan tindakan operasi.
Cara mencegah inkontinensia urine
- Inkontinensia urine pada dasarnya dapat dicegah sejak dini.
Melansir Medical News Today, berikut ini adalah beberapa cara mencegah inkontinensia urine yang dapat dilakukan:
- Menjaga berat badan ideal, sehingga tidak memicu penyakit-penyakit lain yang bisa memicu inkontinensia urine
- Rutin melatih otot dasar panggul
- Hindari kafein, alkohol, dan makanan yang bersifat asam
- Konsumsi makanan berserat, untuk mencegah konstipasi yang dapat menyebabkan inkontinensia urin
- Hindari atau berhenti merokok
Segeralah ke dokter spesialis bedah urologi jika Anda memang mulai merasakan gejala inkontinensia urine.
• Masih Ingat Menantu Jokowi Selvi Ananda, Kini Penampilannya Berbeda Sejak Dinikahi Gibran Rakabuming
• Kiki Amalia Dulu Kepincut Pesona Markus Horison, Kini Blak-blakan Menyesal: Bosan Sama Pemain Bola
• Kamu Lahir Bulan Apa? Jawabannya Bisa Bongkar Karaktermu
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sulit Menahan Kencing? Waspadai Kondisi Medis Ini"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-kencing.jpg)