Berita Kesehatan
Anda Sulit Menahan Kencing? Patut Waspada, Kemungkinan Anda Alami Kondisi Medis Ini
Inkontinensia Urine adalah keluarnya urine di luar kehendak. Hal ini dapat menimbulkan masalah kesehatan maupun sosial.
Melansir Cleveland Clinic, berikut ini beberapa faktor risiko inkontinensia urine yang dapat dipahami:
1. Usia lanjut
Ketika seseorang bertambah usia, kekuatan otot-otot di kandung kemih dan uretra menurun, sehingga menyebabkan urine tidak dapat ditahan secara optimal.
Inkontinensia juga sering kali menjadi bagian dari sindrom geriatri atau sekumpulan masalah kesehatan yang terjadi pada lansia.
2. Jenis kelamin wanita
Inkontinensia urine dilaporkan lebih banyak menyerang wanita dibandingkan pria.
Pada wanita lebih sering terjadi inkontinensia tekanan yang disebabkan oleh kehamilan, proses persalinan, menopause, dan anatomi traktus urinarius wanita.
Sedangkan pada pria, lebih sering terjadi inkontinensia desakan dan luapan yang disebabkan oleh masalah prostat.
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan otot sekitarnya.
Tekanan ini bisa juga membuat otot menjadi lemah dan membuat urine lebih cepat keluar, terutama saat batuk atau bersin.
4. Merokok
Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko inkontinensia urin karena nikotin dapat membuat kandung kemih lebih aktif dari biasanya.
5. Riwayat keluarga
Risiko seseorang mengalami inkontinensia urine akan meningkat jika memiliki anggota keluarga yang lebih dulu mengalami inkontinensia urine, terutama inkontinensia desakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-kencing.jpg)