Curhat Keluarga Chrissolid, Tenaga Kontrak Tomohon yang Tersengat Listrik saat Pasang Baliho Calon

Hingga kini anaknya masih dalam kondisi kritis. Bahkan sesuai permintaan dokter akan diamputasi organ tubuh yang hangus tersengat listrik.

Penulis: Hesly Marentek | Editor: maximus conterius
Istimewa/Yudi Turambi
Chrissolid Wihyawari, tenaga kontrak Pemkot Tomohon yang tersengat listrik, menjalani perawatan di RSUP Prof DR dr RD Kandou Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Pernyataan mengejutkan diungkapkan Tonny Rumajar, ayah angkat Chrissolid Wihyawari, tenaga kontrak Pemkot Tomohon yang tersengat listrik saat memasang baliho calon pilkada.

Chrissolid kini menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Dr dr RD Kandou Manado.

Ia tersengat di depan gedung Triple M, tepatnya di samping KFC, Kecamatan Tomohon Tengah, Minggu (06/09/2019).

Kepada Tribun Manado, Tonny menyebut sebelum insiden naas tersebut, anaknya memang diperintah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja untuk memasang baliho.

Namun baliho yang dipasang bukan milik pemkot, melainkan baliho bergambar calon wali kota.

"Dia (korban) disuruh pasang baliho calon. Itu ada di video," ungkap Tonny, Minggu (13/9/2020).

Selain itu, menurut Tonny, Kasatpol PP Tomogon Syske Wongkar mengakui kalau tugas memasang baliho di luar jam kerja tersebut merupakan perintah.

"Pertanyaannya, ini diperintahkan siapa?" tambahnya lagi.

Dia menyayangkan sikap Pemkot Tomohon yang terkesan kurang perhatian terhadap anaknya.

"Sampai detik ini saya kira tidak ada," beber Tonny.

Dia pun menceritakan, hingga kini anaknya masih dalam kondisi kritis.

Bahkan sesuai permintaan dokter akan diamputasi organ tubuh yang hangus tersengat listrik.

"Sampai saat ini masih pasang selang di paru-paru. Malah dokter sudah meminta persetujuan keluarga untuk diamputasi. Tapi kami menolak karena akan mengambil alternatif lain," kata Tonny.

Sementara Kepala Kasat Pol PP Tomohon Syske Wongkar membenarkan dirinya yang menugaskan korban untuk memasang baliho tersebut.

Namun dia membantah kalau baliho tersebut merupakan baliho paslon.

"Beliau memang ditugaskan pasang baliho, tapi milik Karang Taruna. Ke kantor saja kita bicarakan ini," ujar Wongkar.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tomohon berjanji bakal menginvestigasi masalah ini.

"Kami sementara investigasi. Hasilnya tunggu saja," singkat Ketua Bawaslu Tomohon Deisy Soputan. (hem)

3 Paslon Kepala Daerah di Tomohon Belum Penuhi Syarat

Kabar Duka, Penyidik KPK Meninggal Dunia, Sempat Divonis Positif Virus Corona

Positif Narkoba, KPU Gugurkan Calon Wakil Bupati di Sulawesi Usungan PDIP, PKS, Nasdem dan Demokrat

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved