Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada Serentak 2020

TERKINI, Sebanyak 60 Bakal Calon Kepala Daerah Se Indonesia Terpapar Covid-19

Ketua KPU Arief Budiman mengungkapkan data terbaru bakal calon kepala daerah yang dinyatakan positif virus Corona.

Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menyampaikan sambutan saat mengikuti Penyerahan Data Pemilih Pemula Tambahan dan Peluncuran Pemilihan Serentak Tahun 2020 di gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Berita terkini terkait tahapan pencalonan Pilkada Serentak 2020.

Kabar mengejutkan datang dari para bakal calon kepala daerah yang mendaftar di Pilkada Serentak 2020.

Ketua KPU Arief Budiman mengungkapkan data terbaru bakal calon kepala daerah yang dinyatakan positif virus Corona.

Dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR dengan Mendagri, Bawaslu, dan DKPP, Kamis (10/9/2020), Arief mengatakan ada 60 bacalon Pilkada Serentak 2020 yang terpapar Covid-19 per hari ini.

Rapat Kerja Komisi II DPR dengan KPU, Bawaslu, DKPP dan Mendagri, Kamis (10/9/2020).
Rapat Kerja Komisi II DPR dengan KPU, Bawaslu, DKPP dan Mendagri, Kamis (10/9/2020). (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

"Data calon yang dinyatakan positif saat pemeriksaan swab test, laporan sampai hari ini, jumlahnya mencapai, data di slide masih 46, tapi per hari ini sampai tadi siang sudah 60 calon dinyatakan positif Covid-19," kata Arief di Ruang Rapat Komisi II DPR, Senayan, Jakarta.

Data itu didapatkan berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan dalam rangka pendaftaran calon kepala daerah.

"Yang terpapar itu tersebar di 21 provinsi, dari laporan yang kami terima dari 32 provinsi," ucap Arief.

Fakta-fakta Penyerangan Mapolsek Ciracas Diungkapkan Prada MI, KSAD Murka Lihat Kondisi Korban

Bakal calon bupati dan wakil bupati Bulukumba, H Askar HL-Arum Spink, diarak massa pendukung saat mendaftar ke KPU Bulukumba, Minggu (6/9/2020).
Bakal calon bupati dan wakil bupati Bulukumba, H Askar HL-Arum Spink, diarak massa pendukung saat mendaftar ke KPU Bulukumba, Minggu (6/9/2020). (TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI)

Ketua KPU: Kalau Salah Mengelola, 105 Juta Pemilih Pilkada Bisa Jadi Epicentrum Covid-19

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyebut pelaksanaan pilkada serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 tidak boleh sampai salah dikelola.

Sebab, nantinya kesalahan pengelolaan bisa berdampak besar terhadap penyebaran virus.

Menurut Arief, setidaknya ada 105 juta pemilih yang akan menjatuhkan pilihannya dalam pesta demokrasi tersebut.

Hal ini yang dikhawatirkan adanya kerumunan baik saat tahapan pemilu maupun saat pencoblosan.

"Pilkada ini harus sehat dan aman karena pada hari yang sama lebih dari 105 juta orang akan bergerak bersama-sama. Jadi ini peristiwa luar biasa yang punya dampak bisa positif dan bisa negatif," kata Arief di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Dia mengharapakan peran aktif seluruh pihak untuk mengamankan pelaksanaan kontestasi lima tahunan tersebut.

Sebaliknya, dia mengharapakan tidak ada kerumunan dalam tahapan proses pilkada.

Virus Corona di Indonesia Masih Merajalela, Maruarar Sirait Yakin Jokowi Pertimbangkan Tunda Pilkada

Ratusan orang pendukung pasangan Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, sempat ricuh lantaran dihalau saat berusaha masuk ke kantor KPU Tangerang Selatan (Tangsel), Jalan Raya Serpong, Setu, Jumat (4/9/2020).
Ratusan orang pendukung pasangan Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, sempat ricuh lantaran dihalau saat berusaha masuk ke kantor KPU Tangerang Selatan (Tangsel), Jalan Raya Serpong, Setu, Jumat (4/9/2020). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved