Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Bikin Haru, Sopir Taksi Kerja Sambil Gunakan Selang Oksigen, Cuci Darah Sambil Nyetir, Ini Kisahnya

Unggahan perempuan tersebut telah mendapat lebih dari 47.000 likes, 9.400-an komentar, dan dibagikan 77.000 kali.

Editor:
(FACEBOOK NONGYING CHUAIBAMRUNG)
Sumeth Singpun sopir taksi di Thailand bekerja sambil memakai selang oksigen, karena sakit komplikasi di antaranya gagal ginjal, diabetes, paru-paru basah, dan kaki bengkak. 

Untuk menambah pemasukan ia akhirnya bekerja jadi sopir taksi.

Setelah mendengar kisahnya Nongying merasa iba. Ia memberi uang tambahan di luar ongkos dan mengunggah kisahnya di media sosial atas persetujuan Sumeth.

Cerita yang diunggahnya itu langsung viral, tak hanya disebarkan netizen tapi juga mendapat perhatian media lokal.

Sumeth Singpun sopir taksi di Thailand bekerja sambil memakai selang oksigen, karena sakit komplikasi di antaranya gagal ginjal, diabetes, paru-paru basah, dan kaki bengkak.
Sumeth Singpun sopir taksi di Thailand bekerja sambil memakai selang oksigen, karena sakit komplikasi di antaranya gagal ginjal, diabetes, paru-paru basah, dan kaki bengkak. (FACEBOOK NONGYING CHUAIBAMRUNG)

Media Thailand TNA mewartakan, Sumeth berkata dia tidak akan menyetir kalau merasa tidak enak badan atau tidak siap.

Dia selalu menyetir dengan lambat. Kalau tidak enak badan saat mengemudi dia akan meminta izin ke penumpang untuk menepi sebentar buat istirahat.

Diberitakan World of Buzz pada Rabu (2/9/2020), selain gagal ginjal Sumeth juga menderita diabetes, hipertensi, paru-paru basah, kaki bengkak, dan beberapa jari kakinya diamputasi.

Kemudian menurut Channel 3 Thai News, sopir taksi ini memiliki seorang putra tapi gaji anaknya sangat sedikit jadi tidak bisa mengirim cukup uang ke ayahnya tiap bulan.

Kondisi makin pelik dengan Sumeth yang telah menjual ponselnya, sehingga putranya yang berusia 18 tahun tidak bisa menghubunginya.

Sumeth tak bisa tidur berbaring karena paru-paru basah. Jika dia melakukannya dia akan mati lemas dalam tidurnya.

Ia akhirnya tidur sambil duduk, tapi dia tidak bisa duduk lama-lama karena kakinya akan bengkak.

Ketika awak media mengunjungi Sumeth pada 28 Agustus di kamar kontrakannya, dia menyapa mereka dengan senyum lebar.

"Banyak orang baik dan murah hati telah mengunjungi saya dan memberi banyak bantuan."

Dia juga diberitahu bahwa sebenarnya putranya yang menyiapkan penggalangan dan segalanya.

Awak media kemudian menghubungkan kembali Sumeth dengan putranya via telepon. Itu adalah panggilan telepon pertama mereka dalam waktu yang lama.

Sumeth tak sanggup menahan air matanya saat berbicara di telepon karena dia sangat merindukan anaknya.

Halaman
123
Sumber: TribunNewsmaker
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved