Pasangan Tetty Paruntu Sehan Landjar
Tetty Paruntu-Sehan Landjar 'Goyang' Jarod 45
Bahkan terdengar teriakan 'CEP Gubernur Sulut'. Tetty Paruntu dan Sehan Landar kemudian memgambil tempat duduk di rumah kopi 'Warna-Warni'
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID - Usai menjalani proses pendaftaran sebagai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur di KPUD Sulawesi Utara (Sulut), Christiany Eugenia Paruntu dan Salim Sehan Landjar (CEP-SSL) berkunjung ke tempat ngopi 'legend' di Kota Manado, yakni Jalan Roda atau cukup dikenal Jarod saja.
Pengunjung Jarod yang awalnya belum tahu-menahu tentang kedatangan CEP-SSL, langsung kaget ketika melihat keduanya. Sontak, pengunjung yang dominan adalah para pria, langsung berdiri dan mengabadikan kedatangan CEP-SSL, Minggu (6/9/2020) malam.
Bahkan terdengar teriakan 'CEP Gubernur Sulut'. Tetty Paruntu dan Sehan Landar kemudian memgambil tempat duduk di rumah kopi 'Warna-Warni'.
• Jadi Lautan Kuning-Biru, Christiany Eugenia Paruntu-Salim Sehan Landjar Diarak Menuju KPUD Sulut
Ssperti diketahui massa pendukung pasangan calon Gubernur Sulut dan Wakil Gubernur Sulut, Christiany Eugenia Paruntu dan Salim Sehan Landjar (CEP-SSL) memenuhi jalan-jalan utama di Kota Manado mengantar jagoannya untuk mendaftar ke KPUD Sulut.
Kemacetan terparah terjadi mulai dari Jalan Martadinata ke arah Jalan Balai Kota sampai ke Jalan Diponegoro, Kelurahan Mahakeret Timur, Kecamatan Wenang, Kota Manado di mana lokasi Kantor KPUD Sulut berada.
Teriakan yel-yel CEP Gubernur Sulut dan Sehan Wakil Gubernur Sulut menggema di sepanjang jalan yang dilalui paslon tersebut.
Kota Manado pun seketika disulap menjadi lautan warna kuning dan biru.
Diketahui paslon ini didukung tiga partai yakni Golkar, Demokrat dan PAN.
Sesat sebelum mendaftar di KPUD Sulut mobil Jeep berwarna kuning yang ditumpangi Tetty Paruntu-Sehan Landjar, tak bisa sampai di depan Kantor KPUD Sulut.
Di sepanjang Jalan Diponegoro kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat sudah terpakir sampai ke badan jalan.
Jadi mau tak mau keduanya harus jalan kaki sejauh kurang lebih 20 meter untuk sampai ke Kantor KPUD Sulut.
Tetty Paruntu dan Sehan Landjar yang kompak memakai kemeja putih, disambut massanya yang sejak beberapa jam sebelumnya sudah stanby di depan Kantor KPUD Sulut.
Teriakan yel-yel bagi CEP-SSL terus memggema sampai mereka masuk ke halaman Kantor KPUD Sulut.
Hanya beberapa pendukung saja termasuk pengurus tiga parpol yang bisa diperboleh masuk ke dalam.
Petugas keamanan hanya membolehkan mereka yang mempunyai tanda pengenal resmi dari KPUD Sulut.