Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Kakek 82 Tahun Ini Nekat Mencuri Kotak Sampel Tes Virus Corona, Ternyata untuk Hal Sepele

Lansia tersebut mengambil spesimen air liur tenggorokan dari klinik rawat jalan umum di Jalan Po Ning, di Tseung Kwan O, pada Kamis (3/9/2020) sore

Editor:
HiMedik.com
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang kakek yang berusia 82 nekat mencuri sampel uji virus corona atau Covid-19.

Menurut informasi yang ada, pria asal Hongkong tersebut nekat mencuri sekotak sampel uji virus corona dari tempat pengumpulan.

Diketahui, hanya untuk dijadikannya sebagai pelindung agar tidak basah oleh air hujan.

Setelah membawanya, lansia tersebut lantas membuangnya di tempat parkir terdekat.

Empat negara di Asia Tenggara melaporkan mutasi virus corona baru yang lebih menular dari yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China.
Empat negara di Asia Tenggara melaporkan mutasi virus corona baru yang lebih menular dari yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China. (TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA)

Dilansir oleh South China Morning Post, lansia tersebut mengambil spesimen air liur tenggorokan dari klinik rawat jalan umum di Jalan Po Ning, di Tseung Kwan O, pada Kamis (3/9/2020) sore, tetapi kotak itu tidak ditemukan selama beberapa jam dan orang yang mengirimkan sampel harus diuji ulang.

Polisi akhirnya menemukannya di Hau Tak Estate pada pukul 19.45 waktu setempat dan kemudian menangkap pria tersebut karena dicurigai melakukan pencurian.

Klinik, yang bertindak sebagai tempat pengumpulan sampel pernapasan di bawah skema pengawasan laboratorium pemerintah yang ditingkatkan, menemukan bahwa sampel tes Covid-19 itu hilang sekitar pukul 13.00 siang di saat hujan deras.

Staf kemudian memeriksa daerah di sekitarnya.

Sementara pihak kepolisian mengatakan rekaman kamera keamanan menunjukkan bahwa pria 82 tahun itu meninggalkan klinik dan mengambil kotak itu untuk melindungi dirinya dari hujan.

Saat dihubungi oleh klinik, pria itu dilaporkan mengaku mengambil kotak itu dan memberi tahu mereka di mana dia meninggalkannya.

Polisi dipanggil pada pukul 19.30 dan menemukan kotak itu 15 menit kemudian.

Klinik tersebut mengatakan akan menghubungi orang-orang yang spesimennya terlibat, sementara itu juga mengimbau mereka yang menyerahkan sampel di klinik pada hari Kamis untuk menghubungi staf.

Seorang juru bicara Rumah Sakit Tseung Kwan O, yang menjalankan klinik tersebut mengatakan, insiden itu juga akan dilaporkan ke Kantor Komisaris Privasi untuk Data Pribadi.

"Klinik terkait akan meninjau langkah-langkah keamanan penanganan kotak pengumpulan spesimen, dan meminta maaf kepada publik.

Sementara itu, hingga Jumat (4/9/2020) jumlah kasus Covid-19 di Hongkong telah mencapai  4.839 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 94 jiwa, berdasarkan data worldometers.info.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved