Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Hasil Riset Menunjukkan: Covid-19 yang Parah dan Mematikan Sangat Jarang Terjadi Pada Anak

Penelitian tentang pasien Covid-19 yang dirawat di 138 rumah sakit di Inggris menemukan bahwa anak-anak menyumbang kurang dari 1% dari jumlah pasien.

Editor: Rizali Posumah
Kompas.com
Ilustrasi anak dan orang tua. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Anak-anak dan mereka yang masih dalam usia muda disebut-sebut punya kemungkinan jauh lebih kecil alami kasus Covid-19 yang parah.

Mereka juga jarang alami kematian akibat penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru itu.

Hal ini didasarkan pada hasil riset di Inggris yang diterbitkan pada Kamis, (27/8/2020), sebagamana dilansir dari Reuters, (29/8/2020).

Penelitian tentang pasien Covid-19 yang dirawat di 138 rumah sakit di Inggris menemukan bahwa anak-anak menyumbang kurang dari 1% dari jumlah pasien.

Dari jumlah kurang 1% tersebut, semua anak-anak yang meninggal (enam orang) karena infeksi corona sebelumnya sudah menderita penyakit serius atau mengalami masalah kesehatan

"Kami cukup yakin bahwa Covid-19 sendiri tidak membahayakan anak-anak dalam skala yang signifikan," kata Malcolm Semple, profesor kedokteran wabah dan kesehatan anak di Universitas Liverpool, Inggris, yang turut memimpin penelitian itu, dikutip dari Reuters.

"Pesan terpentingnya adalah [pada anak-anak yang terkena Covid-19] penyakit parah jarang terjadi dan kematian sangat jarang, dan [orang tua] mereka harus ditenangkan bahwa anak-anak mereka tidak secara langsung dicelakakan bila kembali ke sekolah," kata dia.

Data global mengenai penyebaran pandemi virus corona menunjukkan bahwa anak-anak dan orang yang masih muda hanya menyumbang 1-2% jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia.

Mayoritas infeksi yang dilaporkan terjadi pada anak-anak ringan atau tanpa gejala, dengan catatan kematian rendah.

Dalam studi ini, yang diterbitkan di jurnal kedokteran BMJ, tim Semple melihat data dari 651 bayi dan anak-anak di bawah 19 tahun yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 antara 17 Januari dan 3 Juli 2020.

Para peneliti mengatakan enam anak yang meninggal semuanya memiliki "komorbiditas besar".

Angka kematian ini "sangat rendah" jika dibandingkan dengan angka kematian sebesar 27% dari pasien Covid-19 di semua kelompok usia (0-106 tahun) yang dirawat di rumah sakit.

Meski umumnya risiko anak-anak mengalami Covid-19 parah dapat dikatakan "kecil", penelit mengatakan anak-anak dari etnis kulit hitam dan mereka yang mengalami obesitas terpengaruh secara tidak proporsional, seperti ditemukan dalam studi sebelumnya pada orang dewasa.

Studi itu menunjukkan anak-anak bisa memiliki serangkaian gejala, termasuk sakit tenggorokan, mual, muntah, sakit perut, diare, dan ruam bersamaan dengan gejala Covid-19 seperti demam, sesak napas, batuk.

Sebut Anak-Anak 'Hampir Kebal' dari Virus Corona, Postingan Donald Trump di Facebook Ditarik
Facebook pada Rabu, (5/8/2020), menarik sebuah postingan milik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved