Update Virus Corona Dunia
Hasil Riset Menunjukkan: Covid-19 yang Parah dan Mematikan Sangat Jarang Terjadi Pada Anak
Penelitian tentang pasien Covid-19 yang dirawat di 138 rumah sakit di Inggris menemukan bahwa anak-anak menyumbang kurang dari 1% dari jumlah pasien.
Perusahaan media sosial itu mengatakan Trump telah melanggar peraturan karena berbagi informasi yang keliru mengenai virus corona.
Dilansir dari Reuters, (6/8/2020), postingan itu berisi sebuah video klip dari sebuah wawancara dengan Fox & Friends pada hari sebelumnya.
Saat itu, Trump mengklaim anak-anak "hampir kebal" dari infeksi virus corona".
"Video ini termasuk klaim salah bahwa sekelompok orang kebal dari Covid-19, yang merupakan pelanggaran terhadap kebijakan kami seputar informasi keliru tentang Covid yang membahayakan," kata juru bicara Facebook.
Selain itu, tindakan yang kurang lebih sama juga dilakukan oleh Twitter terhadap akun kampanye Trump @TeamTrump.
Twitter memutuskan menyembunyikan video tersebut karena dianggap melanggar peraturan mengenai informasi keliru tentang Covid-19.
Agar bisa kembali bercuit, akun itu harus menghapus cuitan yang melanggar itu, kata juru bicara Twitter.
Tidak hanya Facebook dan Twitter, YouTube juga menarik video itu karena melanggar kebijakan mereka.
Meski sudah dihapus di ketiga media sosial, video itu masih bisa tersedia di laman Fox News.
Tim kampanye The Trump kemudian menuduh perusahan-perusahaan media itu bias terhadap Trump.
Mereka justru mengatakan Trump menyampaikan sebuah fakta.
"Perusahaan media sosial bukan yang menentukan kebenaran," kata Courney Parella, juru bicara kampanye.
Sementara itu, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) mengatakan mayoritas pasien Covid-19 adalah orang dewasa.
Beberapa anak-anak dan bayi juga ada yang sakit karena infeksi virus corona.
Mereka juga bisa menularkannya kepada orang lain.