Terkini Nasional
Gatot Nurmantyo Kecam Keras Soal Tawaran Maju Pilpres 2024: Saya Bilang, Itu Biadab
Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang digagas mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, disorot Refly Harun
"Jangan mikir itu dulu. Bagaimana kita bisa menyelamatkan ini," tambah purnawirawan 60 tahun itu.
Refly Harun menanggapi pemaparan narasumbernya ini.
"Menyelamatkan kondisi saat ini, ya," komentar Refly.
Gatot tidak menampik jika memang ada yang memprediksi KAMI akan berubah menjadi gerakan politik.
Namun ia menegaskan hal yang lebih penting adalah kondisi bangsa saat ini.
"Saya katakan lagi, kalau orang berprasangka itu wajar-wajar saja. Karena orang berpikiran politik 'kan seperti itu," jelas Gatot.
"Tapi saya juga enggak masuk logika. Dalam kondisi seperti ini terus berpikir untuk dirinya sendiri, untuk egonya dia," tegasnya.
Lihat videonya mulai menit 22:00
M Qodari Sebut Gatot Nurmantyo Belum Cukup Kuat untuk 2024
Di sisi lain, sebelumnya Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari angkat bicara soal gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta pada Selasa (18/8/2020).
M Qodari menyoroti soal isu Mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi satu di antara pendeklarasi KAMI.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas TV pada Kamis (20/8/2020), M Qodari mengatakan bahwa elektabilitas Gatot belum kuat jika dihubung-hubungkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Jika kuat maka dirinya pasti sudah dipinang oleh partai politik pada Pilpres 2019.
"Belum kuat, karena kalau memang kuat nama beliau maju di Calon Presiden 2019. Karena partai politik itu kan sangat berkepentingan dan berkeinginan untuk menang."
"Kalau ada calon populer mereka pasti akan memberikan dukungan, bahwa realitanya akhirnya tidak ada memberikan dukungan pada Pak Gatot," jelas Qodari.
