Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Willy Kumurur

PSG vs Bayern Muenchen, Panggung Sastra Bola

Di barisan penyerang PSG ada kombinasi puisi dan prosa dalam diri Neymar dan Kylian Mbappe.

handover
dr Willy Kumurur 

Keberhasilan itu semakin spesial karena merupakan yang pertama untuk PSG sejak pertama kali berdiri 50 tahun lalu.

Penulis besar Rusia, Leo Tolstoy, menulis, “Orang-orang bahagia tak memiliki sejarah.”

Namun, Angel di Maria ingin membuat sejarah dengan mengantar PSG merengkuh trofi juara Liga Champions.

“Kami sangat bahagia. Ini yang pertama bagi klub. Kami bekerja keras dan memainkan permainan yang hebat. Kami ingin mencetak sejarah.”

Dua tahun yang lalu Bayern Muenchen berusaha 'meminang' Thomas Tuchel untuk melatih Muenchen dengan bayaran tinggi.

Penampakan dari Udara Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung RI, Lihat Dalam Video

Terlambat. Tuchel telah menerima pinangan PSG. Ujarnya kepada tabloid Britania Raya, The Sun, “Uang tak dapat membeli cintaku kepada PSG.”

Rasa cintanya inilah yang menuntunnya untuk menangani PSG dengan hati, dan itu berarti panggung kesusasteraan di Estadio da Luz akan diisi oleh permainan ofensif dan atraktif.

Different people find the zone in different ways (orang yang berbeda menemukan jalannya dengan cara yang berbeda), demikianlah Ken Robinson dalam bukunya The Element.

Seolah merespons Tuchel, Hansi Flick bertutur, “Kami tahu bahwa kekuatan terbesar kami adalah membuat lawan berada dalam tekanan."

Sang Final itu sudah datang. Ia telah tiba di sebuah panggung kesusasteraan di Portugal.

Sang Final itu hanya menyapa dan menjemput dua tim untuk memainkan laga akhir: PSG dan Bayern Muenchen.

Di rerumputan hijau itu, akan terjadi 'pengadilan': dalam mana Sang Final akan memberi kesempatan kepada masing-masing tim untuk menyampaikan 'pledoinya' sebelum ia menjatuhkan keputusannya atas siapa dari antara kedua tim yang sejatinya boleh masuk ke dalam kebahagiaan puncak; sebuah situasi psikologis yang akan mewarnai historikal Estadio da Luz.****

Penulis adalah penikmat bola, tinggal di Manado.

Catatan: Tulisan di atas telah dimuat di koran Tribun Manado edisi cetak Sabtu, 22 Agustus 2020.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved