Berita Boltim

Wagub Canangkan 'Marijo Ba Kobong', Dinas Pertanian Boltim Hadirkan Petani Mooat

Dinas Pertanian Boltim menghadiri pencanangan 'Marijo Ba Kobong' yang dilakukan oleh Wakil Gunernur Sulawesi Utara Steven Kandouw

Penulis: Siti Nurjanah | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Siti Nurjanah
Wagub Canangkan 'Marijo Ba Kobong', di Mooat Boltim 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menghadiri pencanangan 'Marijo Ba Kobong' yang dilakukan oleh Wakil Gunernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw, di Desa Bongkudai, Kecamatan Mooat Kabupaten Boltim, Senin (10/8/2020).

Pencanangan yang dilakukan langsung Wagub Steven Kandouw ditandai dengan penanaman bawang merah bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut bersama para petani.

Kepala Dinas Pertanian Boltim Mat Sunardi mengatakan, kegiatan penanaman bawang merah dalam rangka menggaungkan slogan 'Marijo Ba Kobong' yang dalam kegiatan tersebut panitinya adalah Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut.

Masuk PDP Covid-19, Jenazah Bayi Usia 3 Hari Dimakamkan di TPU Kembuan

Pasien Covid-19 Asal Bakan Dikubur Tanpa Protokol Covid-19, Erman: Keluarga Setuju Diswab

Pemprov Sulut Dorong Optimalisasi JKN-KIS

"Dan kami dari Dinas Pertanian Boltim satu di antara dinas yang diundang pada acara tersebut, dan kami menghadirkan para ketua kelompok tani di Mooat untuk ikut gerakan 'Marijo Ba Kobong'," ucapnya.

Ia menambahkan, selain penanaman bawang merah juga Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw panen kacang tanah perdana.

"Adapun bibit bawang merah yang ditanam sebanyak 200 kg untuk menanam perdana secara simbolis tadi," ucapnya.

Wagub Steven Kandouw Galakkan Gerakan Mari Jo Ba Kobong, Tanam Bawang di Moat Boltim

Pasien Covid-19 Asal Bakan Dikubur Tanpa Protokol Covid-19, Erman: Keluarga Setuju Diswab

Ia pun menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan mensuport dan mendorong petani di masa pandemi Covid-19 agar bisa meningkatkan produktivitas hasil pertanian serta mempunyai cadangan pangan saat Covid-19.

Sementara itu, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan MoU antara Pemprov Sulut dengan Jasindo, terkait dengan asuransi bagi petani.

Diketahui, untuk petani sawah seluas 3000 ha, peternak sapi 1000 ekor.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, kedatangannya dalam rangka mendorong masyarakat untuk bertani.

Pemprov Sulut Dorong Optimalisasi JKN-KIS

Jackson Kumaat Dampingi JGE Terima SK di DPP Hanura

Buat Merinding, Penampakan Awan Raksasa Berbentuk Mirip Gelombang Laut di Langit Aceh, Ini Kata BMKG

“Sengaja saya datang ke sini untuk mengendorse, mendorong masyarakat bahwa gerakan ‘Marijo Ba Kobong’ bukan hanya sebatas slogan, tapi betul harus torang sadari dan implementasikan,” ujar wagub.

Ia menjelaskan gerakan ‘Marijo Ba Kobong’ merupakan upaya Gubernur Olly Dondokambey dalam memperkuat perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Karena saat pandemi, banyak sekali aspek perekonomian masyarakat yang terjun bebas. Diungkapkannya, pengurangan transaksi akibat pandemi sebesar 80 persen.

“Sementara sektor pertanian puji Tuhan ini rasa-rasanya tak terpengaruh apa-apa. Pertanian dengan culture alam diberkati Tuhan. Daya bertahan di tengah kesesakan tinggi, orang mampu hidup di tengah tekanan. Atas dasar itu petani Sulut tak heran Nilai Tukar Petani naik,” ungkap orang nomor dua di Bumi Nyiur Melambai.

Lebih jauh diutarakannya, sebagai kepedulian Gubernur Olly terhadap petani di Sulut telah dialokasikan anggaran ratusan miliar. Makanya, petani harus bersyukur karena ini pekerjaan mulia.

“Sehingga pak gubernur canangkan gerakan ini. Bahkan kase perlindungan petani untuk gagal panen. Jadi luar biasa upaya pak gubernur melindungi petani. Belum lagi bantuan-bantuan. Akumulasi dana DAK ada ratusan miliar untuk petani. Tak main-main sekitar 300-an miliar,” beber wagub.

Warga Histeris Lihat Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat yang Lahir di Probolinggo

Dijual Rp 1 Jutaan, Samsung Galaxy A01 Core Resmi Dirilis, Cocok Banget untuk Belajar dari Rumah

Lanjutnya, Bantuan tersebut tidak diberikan hanya pilih-pilih daerah.

“APBD di Sulut 14-nya (kabupaten/kota) APBD fiskalnya di bawah, cuma Manado masuk kategori rendah. Jadi, perlu bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Pak gubernur tidak pilih-pilih. Petani biar diujung mana tetap dibantu,” tegasnya.

Bahkan menurutnya, pemberjan bantuan tersebut tidak membedakan warna bendera partai.

“Ini rakyat tak pusing dengan warna merah, biru, hitam itu bendera. Yang mereka butuh bantuan, seperti pupuk, alsinta. Itu yang rakyat perlu. Selama ini pemprov tak pernah lihat-lihat. Tidak pernah membeda-bedakan. Untuk itu manfaatkan bantuan ini,” tukasnya. (ana)

Artis Cantik Anya Geraldine Akui Suka Pria yang Lebih Tua, Anggap Dewasa, Begini Ungkapannya

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved