Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Alkitab

Kisah Yosia, Raja Terakhir Israel yang Baik dan Suka dengan Hukum Allah

YOSIA baru berusia delapan tahun pada waktu ia menjadi raja Israel dua-suku di selatan. Masih sangat muda untuk menjadi raja.

Istimewa
Kisah Yosia, Raja Terakhir Israel yang Baik dan Suka dengan Hukum Allah 

Ketika mereka sedang bekerja memperbaiki bait itu, imam besar Hilkia menemukan sesuatu yang sangat penting di tempat itu.

Yang ditemukan tidak lain dari kitab hukum yang Yehuwa perintahkan untuk ditulis oleh Musa dulu, lama berselang. Kitab itu telah hilang selama bertahun-tahun.

Kitab itu dibawa kepada Yosia, dan ia meminta supaya kitab itu dibacakan kepadanya. Sambil mendengarkannya, Yosia pun mengetahui bahwa orang-orang tidak lagi mengikuti hukum Yehuwa.

Ia merasa sangat sedih, dan ia mengoyakkan pakaiannya, seperti dapat kaulihat di sini. Ia berkata: ‘Yehuwa marah kepada kita, sebab bapa-bapa kita tidak mengikuti hukum-hukum yang tertulis dalam buku ini.’

Yosia memerintahkan imam besar Hilkia untuk mencari tahu apa yang Yehuwa akan lakukan atas mereka. Hilkia pergi menemui Hulda, seorang nabiah, dan bertanya kepadanya.

Hulda memberikan pesan dari Yehuwa kepada Hilkia untuk disampaikan kepada Yosia: ‘Yerusalem dan semua rakyatnya akan dihukum sebab mereka telah menyembah ilah-ilah palsu dan negeri itu telah dipenuhi dengan kejahatan.

Tetapi karena engkau, Yosia, telah melakukan apa yang baik, hukuman ini tidak akan datang sampai saat kematianmu.

Yosia Suka dengan Hukum Allah

Yosia menjadi raja Yehuda ketika berumur 8 tahun. Waktu itu, rakyat suka melakukan sihir dan menyembah berhala.

Saat Yosia berumur 16 tahun, dia mencari tahu ibadah seperti apa yang Yehuwa sukai.

Ketika berumur 20 tahun, Yosia mulai menghancurkan berhala dan mezbah di seluruh kerajaan itu.

Dan saat umurnya 26 tahun, dia mengatur agar bait Yehuwa diperbaiki.

Di bait, Imam Besar Hilkia menemukan gulungan berisi Hukum Yehuwa, yang mungkin ditulis oleh Musa sendiri. Lalu, Syafan sekretaris raja membawa gulungan itu kepada Yosia dan membacakannya.

Waktu mendengarnya, Yosia sadar bahwa selama bertahun-tahun orang Yehuda tidak taat kepada Yehuwa. Raja Yosia berkata kepada Hilkia, ’Yehuwa marah sekali kepada kita.

Bertanyalah kepada-Nya apa yang harus dilakukan. Dia akan memberi tahu kita.’ Yehuwa pun menjawab melalui Hulda, seorang nabi perempuan, ’Orang Yehuda tidak setia kepada-Ku.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved