Pariwisata

Cerita Anggota ASITA Sulut yang 'Alih Profesi' di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 memukul perekonomian, pariwisata adalah sektor yang paling berat menerima pukulan.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado/Fernando Lumowa
Ketua ASITA Sulut, Merry Karouwan berbicara dalam Webinar Tribun Jurnal 'Semangat ASITA di Tengah Pandemi', Sabtu (08/08/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pandemi Covid-19 memukul perekonomian, pariwisata adalah sektor yang paling berat menerima pukulan.

Dari hingar bingar riuh datang dan perginya wisman ke Sulut, berubah 100 persen. Tak ada kunjungan wisman lagi

Dampaknya, pelaku usaha pariwisata terpukul. Tak ada yang diurusi. Ribuan karyawan pelaku pariwisata di Sulut terpaksa dirumahkan.

Blessing in disguise. Selalu ada berkah di tengah bencana. Ketiadaan kunjungan wisman membuat para anggota ASITA Sulut berinovasi. Mereka alih profesi.

New Normal, ASITA Sulut Realistis, Bidik Turis Lokal Bumi Nyiur Melambai

Mendikbud Nadiem Makarim Ungkap Persyaratan Terakhir Pembelajaran Tatap Muka

Manfaat Jahe dan Kunyit untuk Kesehatan Beserta Efek Sampingnya bila Dikonsumsi Berlebihan

Ketua ASITA Sulut Merry Karouwan bilang, mereka sempat terpukul di awal-awal darurat Covid-19.

"Sejak Maret kita sudah tidak punya tamu. Syok juga waktu itu tapi kita belajar menerima. Bahwa ada kekuatan besar yang mengatur semua di dunia ini," kata Merry dalam Tribun Jurnal 'Semangat ASITA di Tengah Pandemi' Sabtu (08/08/2020).

IKUTI INSTAGRAM TRIBUN MANADO:

Meskipun tak semua, sebagian besar beralih menjadi produsen aneka penganan khas Manado. Ada yang membuat abon Cakalang, abon Roa, halua Kenari, aneka kue khas Manado, jualan gula batu (gula Aren), kopi, Kacang Kawangkoan, dan lain-lainnya.

"Ternyata laku keras. Bahkan sebagian besar permintaannya dari luar Manado," kata pemilik Exelcior Travel ini.

Promosi dilakukan dengan memaksimalkan media online. Merry bilang, media paling efektif ialah WAG (WhatsApp Group). Pihaknya juga bekerja sama dengan Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) di Jabodetabek.

Kisah Intelijen Kopassus Berantas Teror KKB Aceh, 1 Tahun Jalankan Misi & Tinggal di Desa Musuh

Ini 5 Obat Alami yang Ampuh Atasi Vertigo

Pula, bersama Dinas Koperasi dan UMKM Daerah Sulut, ASITA menggelar program Bli Jo. Program ini memberi kesempatan kepada pelaku UMKM untuk menjual produknya.

Ada juga Kios ASITA yang bekerja sama dengan Garuda Indonesia. UMKM dari ASITA mendapat diskon khusus ketika mengirim paket.

"Beberapa dari anggota ASITA ikut di dalamnya dan hasilnya sangat bagus," ujarnya

Musda Golkar Bolmong Bakal Super Ketat, Adu Kuat Tokoh Berpengalaman dan Muda Potensial

Ia bilang, pandemi ini membuat semangat Mapalus di antara anggota ASITA kian kuat. Pasalnya, mereka saling membeli produk yang ditawarkan. "Kita saling menghidupkan," ujarnya.

Pihaknya juga bersyukur Ia juga bersyukur, pemerintah melalui Dinas Pariwisata Sulut tak pernah meninggalkan pelaku pariwisata. Hampir saban hari ada webinar penguatan kapasitas pelaku pariwisata.

Kemenparekraf juga memberikan bantuan untuk mengurangi dampak ekonomi pelaku pariwisata di Sulut belum lama ini.(ndo)

2 WNA Masuk Dalam Data Pemilih, Ini Tindak Lanjut dari KPU Boltim

Polda Sulut Terjunkan 1 Pleton Brimob dan 34 Sabhara Bantu Bolsel Bangkit Pasca-Banjir

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved