Breaking News:

Nego Dukungan untuk CEP dan Mor: Koalisi Demokrat-Golkar Berpeluang

Pilkada Serentak 2020 di Sulawesi Utara segera masuk tahapan mengusung pasangan calon kepada daerah.

Istimewa
Baru Tetty Paruntu Yang Mendaftar, Musda X Golkar Berpeluang Aklamasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Pilkada Serentak 2020 di Sulawesi Utara segera masuk tahapan mengusung pasangan calon kepada daerah. Lalu ke mana arah Partai Demokrat yang punya 4 kursi di DPRD Sulut. Ketua DPD Demokrat Sulut Evert Ernest Mangindaan masih mengkalkulasi arah koalisi untuk mengusung calon di Pilgub Sulut maupun pilkada 7 kabupaten dan kota.

Anita Minta Perlindungan LPSK: Mangkir dari Panggilan Polisi

Koalisi Partai Golkar dan Demokrat masih tarik ulur khusus di Pilgub dan Pilwako Manado. Demokrat masih menahan keputusan mengusung calon di Pilgub 2020, meski lobi terus dilancarkan langsung DPP Golkar.

Soal kepastian dukungan Demokrat di Pilgub masih di tataran Majelis Partai, artinya menanti keputusan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Posisi Demokrat sampai hari ini masih berproses di Majelis Tinggi Partai," kata Billy Lombok, Anggota DPRD Sulut dari Demokrat, Selasa (4/8/2020).

Ia mengakui Demokrat sangat hati-hati melihat dan menilai kandidat. "Kita mengukur elektabilitas dan kemampuan mengajak mitra koalisi," kata dia.
Siapa mitra koalisi Demokrat nanti? Kata Billy segala sesuatu bisa berkembang ke depan. Golkar pun mengakui lobi koalisi dengan Demokrat sudah dilancarkan di tataran DPP. "Sementara berproses ditingkat DPP," kata Jubir Golkar Sulut, Ferryando Lamaluta.

Koalisi Golkar-Demokrat sebenarnya sudah terbentuk di tataran kabupaten kota. Demokrat sudah mengusung Jilly Gabriela Eman figur jagoan Golkar di Kota Tomohon. Di Minsel, Demokrat pun mendukung calon yang diusung Golkar yakni Michaela Elsiana Paruntu-Ventje Tuela (MEP-VT).

Namun, justru sikap Demokrat mendukung Golkar itu tak berbalas pantun oleh Golkar di Manado. Padahal Manado menjadi daerah penting, basis terakhir Demokrat di Sulut yang mengusung pasangan Mor Dominus Bastian dan Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP). Alih-alih mendukung pasangan usungan Demokrat, Golkar masih kukuh mengusung Jimmy Rimba Rogi dan sedang berupaya membangun koalisi menjadi lawan Demokrat.

Pengamat politik Taufik Tumbelaka mengatakan, kenapa Demokrat belum juga mengeluarkan putusan berkoalisi dengan Golkar karena ada deal yang belum rampungnya.

Vaksin Covid-19 Masuki Tahap Akhir Pengujian, Target Akhir Tahun Sudah Ada

"Kalau saya lihat sih ini belum deal politik tukar guling ya," kata dia.
Kepentingannya apa dulu? Demokrat punya kepentingan memenangi Pilkada Manado, basis terakhir partai ini. Demokrat butuh dukungan Golkar memenangi Mor-HJP. Sementara Golkar masih kukuh usung calon sendiri.

Kepentingan Golkar apa? Memenangi Pilgub mengusung CEP-SSL. "Istilah tukar guling ini supaya koalisinya sepaket. Kalau belum deal maka belum ada keputusan dikeluarkan," ungkap dia.

Tukar gulingnya Golkar bantu Demokrat di Manado, lalu Demokrat bantu Golkar memenangi Pilgub. Sedari awal memang Golkar gencar mendekati Demokrat, karena setiap koalisi membutuhkan jejaring ke bawah. Makin banyak pendukung maka makin memudahkan menutup wilayah kosong. Harusnya lebih efektif jika koalisi ini sepaket dukungan di Pilgub sama dengan dukungan di kabupaten kota.

Pengamat politik Yossi Kairupan
Pengamat politik Yossi Kairupan (Istimewa/Internet)
Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved