Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Imba-SSK Buka Peluang: Gerindra Manado Temui Prabowo

Poros baru berpeluang di Pilkada Manado. Kubu yang menjagokan Sonya Selviana Kembuan (SSK)

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Istimewa
Sonya Silviana Kembuan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Poros baru berpeluang di Pilkada Manado. Kubu yang menjagokan Sonya Selviana Kembuan (SSK) ini perkuat Partai Gerindra, PKS, PSI dan Hanura. Partai Golkar pun punya peluang bergabung dengan menyandingkan Jimmy Rimba Rogi alias Imba dan SSK.

Sebenarnya peluang SSK untuk mengunci ‘DB 1 A’ semakin tipis. Partai yang punya kursi di DPRD Manado seperti PDIP, Nasdem, Demokrat, PAN, Perindo sudah punya jagoannya masing-masing.

Saat Takbiran Warga Wajib Bermasker

Kini hanya tersisa Golkar (5 kursi), Gerindra (4 kursi), PKS (2 kursi) dan Hanura (1 kursi). SSK harus mendapat dukungan penuh dari Golkar, Gerindra, PKS, PSI dan Hanura agar bisa maju pilkada. Begitu juga dengan Imba yang didukung Golkar, masih butuh 3 kursi tambahan supaya bisa bertarung.

Bagaimana tanggapan perempuan yang berprofesi sebagai pengusaha ini. Dihubungi www.tribunmanado.co.id, Selasa (28/7/2020), SSK mengatakan, masih punya asah akan maju dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. "Saya sampai sekarang masih menjalin komunikasi dengan beberapa partai termasuk dengan Gerindra," ujar dia.

Dia mengatakan, peluang untuk maju sebagai calon wali kota masih terbuka lebar. Kata SSK, sudah ada beberapa nama yang disodorkan kepadanya sebagai pasangan ‘papan dua’, calon wakil wali kota.
Dia berpendapat dibutuhkan figur yang harmonis dan penyeimbang untuk membangun Manado. "Siapapun papan duanya saya tak jadi masalah. Yang penting SSK bisa memberi diri dan pelayanannya bagi kemajuan dan untuk masyarakat Kota Manado," ujarnya.

Informasi yang beredar, SSK diusung koalisi Gerindra, PKS dan PKB (partai nonseat di parlemen). Nama-nama yang disiapkan sebagai papan dua diantaranya Melky Suawah (Gerindra) dan sejumlah tokoh Muslim.

Gerindra satu di antara kekuatan politik di Manado siap menentukan sikap. Parpol dengan perolehan 4 kursi DPRD Manado ini segera melakukan finalisasi. "Malam ini Gerindra Manado akan bertemu dengan Pak Ketua Umum (Prabowo Subianto), kita meminta arahan beliau soal Pilkada Manado, " kata Ronald Saumur, Sekretaris DPD Partai Gerindra Manado ketika dikonfirmasi tribunmanado.co.id, Selasa (28/7/2020).

Semua proses penjaringan calon sudah dilkukan DPD Gerindra Manado, kemudian nama-nama yang mendaftar pun sudah diajukan ke DPP Gerindra. "Finalnya diputuskan Pak Ketum," kata dia.

Harga Emas Tembus Rp 1 Juta per Gram: Tertinggi Sepanjang Sejarah

Jika tak ada aral melintang, Gerindra akan segera mengumumkan sikap di Pilkada Manado. Peta politik Pilkada Manado mulai mengerucut menjadi tiga poros kekuatan. Ketiga poros tersebut yakni PDIP, koalisi Demokrat-PAN dan koalisi Nasdem-Perindo-PSI.

Tiga poros ini sudah mengantongi tiket mengusung calon. PDIP berpeluang besar mengusung Andrei-Angouw sembari menanti injury time mengumumkan resmi calon. Koalisi Demkorat-PAN mengusung Mor Bastian-Hanny Joost Pajouw (Mor HJP) dan koalisi Nasdem-Perindo-PSI mengusung Julyeta Paulina Amelia Runtuwene-Harley Mangindaan (JPAR-Ai).

Jimmy Rimba Rogi atau Imba saat hendak mendaftar calon Wali Kota Manado di Golkar
Jimmy Rimba Rogi atau Imba saat hendak mendaftar calon Wali Kota Manado di Golkar (Tribun manado / Ryo Noor)

Sejauh ini tiga partai masih wait and see, partai dimaksud yakni Golkar, Gerindra dan PKS.

Menarik ditunggu

Taufik Tumbelaka, pengamat politik mengatakan, Manado memang bergengsi. Ibarat gula dikerumuni semut. "Belum tentu tiga poros, biasa saja ada poros keempat dan memang memungkinkan terbentuk," kata jebolan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada ini.

Sekadar informasi peta politik Pilkada Manado saat ini membentuk tiga poros kekuatan, yakni PDIP, Nasdem -Perindo-PSI, dan Demokrat-PAN. Kekuatan parpol di Manado bukan itu saja, kata Taufik, masih ada beberapa parpol wait and see. "Yang menarik ditunggu itu Golkar, Gerindra dan PKS," kata dia.

Jika berkoalisi maka bisa membentuk poros baru, mengajukan calon yang lain di luar yang sudah berkembang saat ini. "Memang pilihannya, Golkar, Gerindra, PKS bikin poros baru atau merapat ke poros yang sudah ada," ungkap dia.

Poros PDIP memang tak perlu berkoalisi, partai ini momentumnya sedang bagus setelah memenangkan Pileg 2019, di pusat, provinsi, dan juga Manado. Momentum ini dimanfaatkan untuk memecah mitos PDIP tak pernah menang di Pilkada Manado. "Kalau PDIP masih belum mengumumkan calon karena masih wait and see juga, menunggu siapa lawan-lawannya," ungkap Taufik.

Kedua, fenomena menarik soal Demokrat. GSV Lumentut bersama Demokrat selalu menang di Pilkada Manado. Sekarang lain lagi suasananya, GSVL sudah pindah ke Nasdem.

Kemendikbud Jajaki Pembukaan Sekolah

GSVL yang mendorong istrinya Julyeta Paulina Amelia Runtuwene berpasangan dengan bekas asangan GSVL dulu yakni Harley Mangindaam sekarang bakal melawan Partai Demokrat koalisi dengan PAN mengusung petahana Mor Dominus Bastian, dan Hanny Joost Pajouw, si kontestan dua seri Pilkada Manado.

Di luar poros yang ada, ditunggu langkah Golkar, Gerindra dan PKS. Golkar memang masih dilematis, padahal mereka punya figur mumpuni Jimmy Rimba Rogi alias Imba. "Golkar ini harus memastikan tinjauan hukum dari Imba sebelum diputuskan untuk diusung," kata dia.

Imba bisa membantu Christiany Eugenia Paruntu di Pilgub 2020. Artinya pencalonan ini bisa segaris dukungan ke Imba di Manado dan CEP di pilgub. Imba juga termasuk figur populer di Manado.

Hal itu karena ketika menjabat Wali Kota Manado memiliki gebrakan kebijakan terhadap perubahan kota, dan ini melekat di benak masyarakat. Imba juga terkenal menerapkan politik harmoni, menarik dukungan kelompok muslim, maupun keterwakilan birokrat. 

Prof Welly Areros
Analis Politik dari Unsrat

Ada Kejutan di Pilwako Manado

Atmosfer politik kian memanas jelang Pilkada Manado. Partai Gerindra, PKS dan PKB saat ini tengah mengusung kekuatan untuk membangun poros tengah. Bahkan Golkar digadang-gadang bakal menjadi pelengkap koalisi itu.

Memang dalam politik sebelum ada pernyataan sikap secara resmi berpeluang terjadi, termasuk poros tengah yakni Gerindra, PKS, PKB dan tentu saja Golkar.

Sebab keempat partai ini, kalau digabung, tentunya memiliki kursi untuk mengusung calon wali kota dan wakil wali kota. Gerindra memiliki 4 kursi dan PKS 2 kursi, meski PKB tidak memiliki kursi namun jika Golkar yang memiliki 5 kursi bergabung, tentu akan melebihi syarat pengusungan calon 20 persen jumlah kursi di DPRD Manado.

Jika poros tengah ini terjadi, maka akan mengancam pasangan calon lainnya. Sebab Golkar memiliki figur yang sangat kuat dan mempunyai masa militan di Manado, seperti Jimmy Rimba Rogi, sehingga potensi untuk meraup suara masyarakat akan sangat besar.

Apalagi, jika Imba dipasangkan dengan figur Muslim, tentu akan memberikan warna tersendiri dalam Pilwako Manado dan menambah peluang menang.

Kalau pun ada permintaan dimana harus didampingi Sonya Kembuan tentu peluang menang tetap besar karwna SKK juga merupakan figur yang terus bersosialisasi dengan masyarakat. Sehingga menurut saya akan ada kejutan dalam Pilwako Manado, apalagi kalau sampai poros tengah ini tercipta. (ryo/dru/drp)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved