Info Kesehatan
6 Jenis Makanan Penyebab Batu Ginjal, Apakah Ada Makanan yang Sering Anda Konsumsi?
nutrisi atau Makanan memang memegang peran penting dalam proses pembentukan Batu Ginjal.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Batu ginjal termasuk jenis gangguan yang sering terjadi dan dialami banyak orang.
Penyakit ini disebabkan sejumlah faktor yang menyebabkan mineral dan garam yang terdapat di dalam ginjal mengeras.
Melansir Mayo Clinic, jenis-jenis Batu Ginjal yang umum terjadi, di antaranya yakni:
• Patut Diwaspadai, Inilah Daftar Makanan yang Jadi Penyebab Batu Ginjal
- *Batu kalsium oksalat
- *Batu Kalsium Fosfat
- *Batu struvit
- *Batu asam urat Batu sistin
Melihat nama dari berbagai jenis Batu Ginjal tersebut, nutrisi atau Makanan memang memegang peran penting dalam proses pembentukan Batu Ginjal.
Berikut ini adalah ragaman Makanan penyebab Batu Ginjal yang patut diwaspadai:
1. Makanan tinggi oksalat
Melansir WebMD, banyak tanaman mengandung oksalat, sehingga sulit untuk menghindari sepenuhnya asupan senyawa tersebut.
Tetapi, beberapa makanan memiliki oksalat lebih dari yang lain.
Jadi, batasi konsumsi beberapa makanan yang mengandung kalsium oksalat tinggi berikut:
- Bayam
- Kacang almond dan kacang mete
- Bubur jagung
- Kentang panggang dengan kulit
- Bit
- Bubuk cokelat
- Okra
- Sereal gandum
- Kentang goreng
- Raspberi Ubi jalar
- Apabila urine terlalu banyak mengandung oksalat daripada cairannya, kondisi ini dapat membentuk batu ginjal.
• Ada Pantangan Bagi Penderita Batu Ginjal, Salah Satunya Minum Soda
2. Makanan tinggi sodium
Konsumsi banyak sodium yang merupakan bahan dalam garam dapat meningkatkan jumlah kalsium yang harus diolah oleh ginjal.
Kondisi ini dapat memicu terbentuknya kristal atau batu ginjal yang dapat menyumbat saluran kemih.
Jadi, batasi konsumsi makanan yang mengandung garam.
Selain itu, batasi pula konsumsi makanan kemasan karena rata-rata juga mengandung sodium tinggi, seperti:
- Makanan kaleng
- Daging olahan, semacam sosis dan nugget
- Makanan cepat saji Bumbu praktis seperti kecap dan saus
3. Sumber protein hewani