MTQ
Review 43 Tahun Monumen Kembar MTQ 1977: Dari Alumni untuk Umat
Dengan persentase muslim yang tidak begitu banyak, Kota Manado mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi pelaksanaan sebuah even Nasional dan bergengsi.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Entah berapa banyak pula alumni yang berkecimpung dalam dunia pendidikan sebagai penulis, peneliti, guru, dosen, dan Widya Iswara.
Bahkan di tengah pandemi Covid-19 pun mencatat ada alumni pesantren LPI-PKP di garda terdepan sebagai petugas medis.
Profesi boleh saja berbeda namun prinsip utama yang dipegang untuk menerima berbagai perbedaan sebagai suatu anugerah Ilahi tetap menjadi nilai dasar dalam kehidupan bermasyarakat.
LPI-PKP menjadi satu-satunya pesantren di Sulawesi Utara yang masih istiqamah atau konsisten dengan “santri mukim”.
Di saat pesantren lain mulai melonggarkan aturan mukim bagi santri, pesantren ini tetap mempertahankan ciri khas pesantrennya dan tidak bisa ditawar-tawar.
Latar belakang yang berbeda dan beragam dalam kehidupan pesantren menjadi sebuah pelajaran berharga bagi santri ketika kembali ke masyarakat yang tingkat perbedaannya tentu lebih besar lagi.
Semoga dengan usia 43 tahun ini ribuan alumni pesantren LPI-PKP tetap mampu memberikan sesuatu yang sangat bermakna, bagi masyarakat dalam berbagai profesi dan jabatan yang diembannya.
Masa depan pesantren ada di tangan alumni… Milad Barokah pesantrenku. (*)
• Kejati Sulut Selamatkan Sekitar 2,3 Miliar
• BMKG Perkiraan Cuaca 33 Kota, Rabu 22 Juli 2020: Waspada Hujan Lebat & Petir di 2 Wilayah Ini
• Dana Lansia di Kota Manado Disalurkan Serentak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/supriadi-sag-mpdi-dan-foto-asrama-pesantren-lpi-pkp-manado.jpg)