Breaking News:

Berita Boltim

Reses Samsudin Dama Bahas Soal Air Bersih di Desa Bulawan

20 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar reses masa persidangan kedua tahun 2020

Istimewa
Reses Samsudin Dama di Desa Bulawan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - 20 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar reses masa persidangan kedua tahun 2020 pada masing-masing daerah pemilihan (dapil), di Boltim.

Reses kali ini berbada dengan sebelumnya, kalau sebelumnya reses di gelar dengan dihadiri seluruh anggota legislatif, tapi kali ini kegiatan dilakukan dengan secara individual.

Wakil Ketua Komisi 1 Bidang Hukum dan Pemerintahan, Samsudin Dama, dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar reses tepatnya di kediamannya, Desa Bulawan 1, Kecamatan Kotabunan Kabupaten Boltim pada Rabu 15 Juni 2020.

Sektor Perikanan di Minut Memiliki Potensi, Ini Kata Joune Ganda

Saat dikonfirmasi, Samsudin menjelaskan, pada resesnya tak sedikit masyarakat menyampaikan aspirasi di antaranya keluhan soal air bersih. Bahkan pada resesnya pun pihaknya SKPD yang sempat hadir mencari solusi menghadapi permasalahan air bersih yang sekarang ini jadi pertanyaan di masyarakat.

"Air bersih yang masuk di daerah kita ini, sekarang sudah banyak, ada air baku desa, pamsimas, air baku dari provinsi, PDAM, maka itu menandakan kalau daerah kita itu kaya dengan air bersih," ucapnya.

Tapi menurutnya, yang jalan sekarang hanya PDAM, dan air yang lain sekarang ini mati, karena tidak dikelola dengan baik.

MI dan MTs Fajar Moyongkota Resmi Beroperasi, Proses Pengenalan dan Pembelajaran Lewat Daring

"Maka saya berharap agar pemerintah daerah, perlu melakukan upaya-upaya dilakukan supaya bagai mana air ini bisa bersaing dengan PDAM, karena harga pembayaran air kepada PDAM sekarang ini boleh dibilang cukup mahal, maka bagaimana kita harus membuat unit, agar ada yang mengelola air baku ini, seperti PDAM," tegas Dama.

Ia mencontohkan, seperti Desa Bulawan dua, yang melakukan kerja bakti untuk memperbaiki pipa air yang rusak, agar air baku bisa berjalan dengan lancar, walaupun yang pakai air baku ini bukan hanya mereka tapi ada beberapa desa.

"Maka menurut saya perlu ada kajian dari pemerintah daerah, atau penanganan langsung, agar masyarakat memakai air baku tidak semena-mena, seperti air PDAM, masyarakat tidak semena-mena memakai air atau merusak pipa, karena ada yang mengelola," jelas Wakil Ketua Komisi 1 Bidang Hukum dan Pemerintahan. (ana)

Gubernur Olly Dondokambey Beber Ke Mendagri, Strategi Penanganan Covid-19 di Sulut

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved