Breaking News:

Kasus Pembobolan Bank BNI

Respon Kedubes Belanda Ketika Maria Pauline, Tersangka Kasus Pembobolan ATM Minta Pendampingan Hukum

Diketahui, sejak tahun 1979 Maria sudah tercatat sebagai warga negara Belanda. Ia mendapat bantuan konsuler, tapi tidak untuk bantuan hukum.

DOK Kemenkumham RI
Maria Pauline Lumowa Tersangka Pembobolan BNI yang Buron Selama 17 Tahun Diekstradisi dari Serbia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Maria Pauline Lumowa, tersangka kasus pembobolan Bank BNI akan mendapat bantuan konsuler dari Kedutaan Besar Belanda.

Diketahui, sejak tahun 1979 Maria sudah tercatat sebagai warga negara Belanda.

Meski mendapat bantuan konsuler, namun Maria tidak mendapat pendampingan hukum. 

“Saya bisa mengonfirmasi bahwa sebagai warga negara Belanda, dia (Maria) akan mendapatkan bantuan konsuler secara penuh dari pihak Kedutaan,” kata Jubir Kedubes Belanda ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (14/7/2020).

“Sebagai aturan standar, Kedutaan tidak menyediakan bantuan hukum,” sambung dia.

Ia pun mengaku tidak dapat memberikan keterangan secara lebih rinci terkait kasus tersebut.

Saat ini, pemeriksaan terhadap Maria dihentikan sementara sebab Maria meminta pendampingan hukum dari Kedubes Belanda.

"Yang bersangkutan pada intinya meminta pendampingan dari penasihat hukum, khususnya yang rencananya akan disediakan oleh Kedutaan Besar Belanda," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2020).

"Namun karena memang belum ada (penasihat hukum), sehingga penyidikan dihentikan dan tentunya ini menjadi hak daripada tersangka. Kami sangat menghormati," lanjut dia.

Sebelumnya, Bareskrim telah mengirim surat kepada Kedubes Belanda tentang penahanan Maria.

Halaman
12
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved