Breaking News:

Terduga Teroris Tewas Ditembak Polisi karena Melawan

Ratusan peziarah mengantar jenazah terduga teroris MJI (22) untuk dimakamkan di makam Muslim di Dukuh Wonosari

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Puluhan anggota dari Satuan Brimob 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ratusan peziarah mengantar jenazah terduga teroris MJI (22) untuk dimakamkan di makam Muslim di Dukuh Wonosari, Desa/Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Minggu (12/7). Nampak rombongan tiba di Makam Muslim Polokarto sekitar pukul 16.20 WIB.

Peluang ke Liga Champions: MU Menembus Empat Besar

Mayoritas pengantar, mengiringi jenazah yang dibawa sebuah mobil ambulance dengan menggunakan sepeda motor. kondisi disekitar pemakaman hanya dipenuhi oleh para peziarah saja.

Prosesi pemakaman cukup singkat, sekitar pukul 16.45 WIB, peziarah mulai meninggalkan lokasi makam. MJI dikabarkan meninggal pada Sabtu (11/7) malam di RS Kariyadi Semarang. Jenazah tiba di rumah duka di Dukuh Ngruki, RT 05  RW 17, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo sekitar pukul 15.15 WIB.

Jenazah sempat disalatkan di masjid yang tak jauh dari rumah kontrakan yang dihuni keluarga MJI.Sekretaris ISAC Endro Sudarsono mengatakan, pada tubuh MJI ditemukan dua luka tembakan.

"Keterangan dari seorang anggota Polri di rumah sakit, ditemukan dua luka tembak pada bagian paha kanan dan perut pada tubuh," ucap dia. "Kematian MJI perlu penjelasan medis dari rumah sakit, apakah akibat penembakan atau sebab lain," tambah Endro.

Prabowo Masih Ranking Teratas: Elektabilitas Ganjar-Ridwan Kamil Melonjak

Luka tembak itu didapatkan MJI saat proses penangkapannya di jalan Lurik Ngruki, RT  05 RW 17, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo pada Jumat (10/7). Dikatakannya, dari pihak Polri sudah berupaya maksimal dengan membersihkan sisa-sisa proyektil dengan melakukan operasi di UGD RSUP dr Karyadi Semarang.

Namun nyawa MJI tidak tertolong, hingga dikabarkan meninggal pada Sabtu (11/7) malam.Dia menyayangkan aksi penembakan itu, karena mestinya tidak boleh ada tembakan yang mematikan saat akan menangkap seseorang.

"Harusnya cukup diberikan tembakan peringatan atau melumpuhkan, mengingat dia hanya membawa sepeda onthel atau sepeda angin dan tidak membawa benda membahayakan petugas," jelasnya.

Endro menambahkan tembakan pada bagian perut tersebut kemungkinan yang membuat kematian pada MJI. "Kami sudah konsultasi, bisa meminta investigasi kepada Komnas ham atau DPR RI," ucap dia.

"Meskipun ini alasan UU, tetapi dengan melumpuhkan itu cukup," kata dia. Selain itu, pihak keluarga sendiri saat ini masih mempertanyakan perihal surat penangkapan MJI.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved