Sulawesi Utara
BPJamsostek Sosialisasikan Lapak Asik dan Layanan Baru di Era New Normal Melalui Webinar Nasional
Manajemen BPJamsostek merasa perlu untuk menyampaikan perkembangan sekaligus edukasi terkait Lapak Asik kepada masyarakat.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah imbas dari
pandemi Covid-19 yang merebak global, BPJamsostek langsung membenahi pelayanan agar tetap dapat melayani peserta
dengan tetap patuh pada aturan.
Terobosan yang dilakukan, yaitu dengan menginisiasi protokol Lapak Asik (Layanan tanpa Kontak Fisik).
Setelah berjalan selama beberapa bulan, manajemen BPJamsostek merasa perlu untuk menyampaikan perkembangan
sekaligus edukasi terkait Lapak Asik kepada masyarakat.
Salah satu upayanya dengan menggelar Webinar pada Kamis (09/07/2020).
Acara ini dibuka Ketua Dewan Pengawas BPJamsostek, Guntur Witjaksono, dengan menghadirkan Agus Susanto selaku
Direktur Utama sebagai keynote speaket.
Selain itu, Direktur Pelayanan, Krishna Syarif, dan Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi, Sumarjono, juga
hadir sebagai narasumber dalam webinar yang digelar.
Turut hadir pula pemangku kepentingan sebagai penanggap dalam kegiatan, antara lain, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI,
Emanuel Melkiades Laka Lena, Direktur Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsostek Kementerian Ketenagakerjaan,
Haiyani Rumondang, Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Kementerian Keuangan, Made Arya Wijaya.
Juga hadir dalam webinar, Deputi Komisioner Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank, Moch Ihsanuddin,
perwakilan dari DJSN, Paulus Agung Pambudi, dan perwakilan dari Ombudsman, Laode Ida.
Agus Susanto, menyampaikan pentingnya lembaga publik yang core value-nya adalah memberikan layanan kepada
masyarakat untuk tetap dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tetap memberikan pelayanan dalam kondisi apapun.
“Pandemi Covid-19 ini tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi institusi seperti kami yang harus selalu siap
memberikan layanan terbaik kepada pekerja yang merupakan peserta kami,” tuturnya.
Senada dengan Agus, Krishna Syarif menjelaskan protokol Lapak Asik yang diberlakukan BPJamsostek sejak
awal penerapan PSBB telah membuka wawasan baru.
"Kita secara tidak langsung diarahkan untuk mengubah mekanisme layanan agar beralih menjadi online atau tanpa kontak
fisik dengan menyediakan beragam kemudahan namun harus tetap menjaga keamanan dan kerahasiaan data," katanya.
Protokol Lapak Asik ini terbukti mampu mendorong masyarakat pekerja untuk juga beradaptasi dengan tatanan baru
pelayanan BPJamsostek Untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya ketidaknyamanan dari peserta saat
mengakses Lapak Asik.
"Kami terus belajar dan mengembangkan sistem agar tetap reliable," tuturnya.
Terkait dengan pengembangan sistem Teknologi Informasi, BPJamsostek berusaha terus dapat
beradaptasi dengan perkembangan terkini.
Menurut Sumarjono, perkembangan dan penerapan teknologi di BPJamsostek sangat baik.
Mulai dari sistem administrasi kepesertaan, pengajuan klaim hingga aplikasi mobile yang mendukung berbagai fitur
tambahan untuk memenuhi kebutuhan peserta.
"Semua telah diterapkan di BPJamsostek dan berjalan dengan baik.
Termasuk juga dengan sistem yang digunakan oleh protokol Lapak Asik, semua dikembangkan dan
dikelola oleh internal BPJamsostek,” ujar Sumarjono.
Kemudahan yang ditawarkan melalui Lapak Asik bukan tanpa kekurangan, namun pihak BPJamsostek terus berkeinginan
untuk selalu melampaui ekspektasi peserta dalam memberikan layanan.
Jika peserta menemui kendala dalam mengajukan aplikasi melalui Lapak Asik, layanan One to Many sudah menjadi solusi
untuk dapat mengakomodir kendala yang dialami peserta.
BPJamsostek telah membuka layanan offline di kantor-kantor cabang dengan tetap berpedoman pada kebijakan PSBB.
"Layanan One to Many yang kami terapkan dinilai mampu memberikan layanan yang optimal dengan
waktu yang efisien,” imbuh Agus.
Layanan One to Many yang dimaksud Agus ini berupa layanan offline di Kantor Cabang BPJamsostek
menggunakan fasilitas video yang terhubung dengan petugas pelayanan dan mengakomodir 4-6 orang
peserta dalam waktu yang bersamaan.
Sejak diberlakukannya protokol Lapak Asik dan layanan One to Many, BPJamsostek mengkonfirmasi terjadinya
peningkatan jumlah peserta yang mendapat pelayanan.
Jika sebelumnya pada masa-masa normal jumlah peserta yang dilayani sebanyak 8 ribu orang, di era New Normal
pekerja yang dilayani rata-rata mencapai 15 ribu orang.
Bahkan pada tanggal 2 Juli, sempat mencapai lebih dari 16.800 orang per hari di seluruh Indonesia.
Hal ini tidak lain karena adanya peningkatan kapasitas baik dari infrastruktur TI maupun personil yang bertugas di bagian Customer Service.
Senada dengan peningkatan layanan, terhitung hingga Juni 2020, jumlah pengajuan klaim JHT (Jaminan Hari Tua)
mencapai 1,15 juta kasus atau meningkat 10 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp 14,35 triliun atau
meningkat 16 persen (yoy).
Jika dilihat dari pengajuan klaim sepanjang bulan Juni 2020, terjadi lonjakan sebesar 131 persen atau sebanyak 287,5 ribu
dengan nominal Rp 3,51 triliun, dimana jumlah tersebut meningkat 129 persen lebih besar dibanding pengajuan
klaim JHT sepanjang bulan Juni tahun 2019 yaitu sebanyak 124,5 ribu pengajuan klaim JHT.
Melkiades, Wakil Ketua Komisi IX bersama dengan seluruh penanggap yang lain memberikan apresiasi atas langkah
BPJamsostek dalam memberikan pelayanan selama masa pandemi melalui mekanisme Lapak Asik.
Secara spesifik Melki menekankan agar BPJamsostek memperkuat mekanisme pelayanan baru ini dalam sebuah regulasi,
sehingga menghasilkan keseragaman di seluruh kanal layanan BPJamsostek.
Senada dengan Melki, Laode Ida juga mengapresiasi dan telah membuktikan secara langsung kesuksesan pelayanan Lapak
Asik di salah satu cabang BPJamsostek.
Dirinya beranggapan mekanisme ini patut ditiru oleh institusi lain karena mampu menyederhanakan birokrasi
dan kinerja dapat terukur dengan baik.
Namun untuk terus menjaga kualitas layanan, BPJamsostek harus memperhatikan indikator kepuasan pelanggan
baik melalui survey maupun melalui percakapan di media sosial.
Sementara itu, Haiyani Rumondang menanggapi pelayanan BPJamsostek yang sudah baik ini dengan apresiasi yang tinggi.
Namun BPJamsostek harus tetap memperhatikan tantangan-tantangan yang muncul nantinya dan tidak mengesampingkan
kemudahan layanan pada program lainnya serta memberikan solusi atas keluhan peserta.
Kegiatan webinar ini diikuti oleh 5044 orang melalui aplikasi zoom dan disaksikan sebanyak 2.135 viewers pada kanal Youtube
resmi BPJamsostek dan digelar selama 3 jam. Bagi para peserta yang berhasil registrasi dan mengikuti webinar
nantinya juga akan diberikan e-Sertifikat dari BPJamsostek.
(Tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa)
BERITA TERPOPULER :
• Emak-emak Ngamuk di Depan Penghulu Batalkan Pernikahan Anaknya, Alasannya Ngakak Jadi Viral
• Cerita Anak John Kei saat Bawa Pacar ke Rumah, Melaney Ricardo Penasaran: Pada Ciut Gak
• 305 Anak Jalanan Jadi Korban Bule Perancis, 3 Bulan Francois Lancarkan Aksinya, Tak Segan Menyiksa
TONTON JUGA :