Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

George Floyd 20 Kali Ucapkan Kalimat Ini Sebelum Tewas, Panggil Mendiang Ibu: Mama Aku Mencintaimu

Dalam transkrip yang dipublikasikan, Floyd sempat menyebut nama anak dan mendiang ibunya sebelum tewas oleh Petugas Derek Chauvin

Editor: Finneke Wolajan
kstp.com
George Floyd dan polisi yang membunuhnya, Derek Chauvin. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terungkap fakta baru pembunuhan George Floyd.

Sebelum meninggal, George Floyd ternyata sempat mengucapkan tak bisa bernapas lebih dari 20 kali.

Dalam transkrip yang dipublikasikan, Floyd sempat menyebut nama anak dan mendiang ibunya sebelum tewas oleh Petugas Derek Chauvin.

George Floyd, seorang pria kulit hitam, tewas di Minneapolis pada 25 Mei setelah Chauvin menindih lehernya selama hampir sembilan menit.

Polisi yang Terlibat Tewasnya George Floyd namanya Derek Chauvin. Dia kini dicerai Istrinya
Derek Chauvin saat membunuh George Floyd. (Kolase TribunManado/CBS Via Tribunnews.com)

Kematiannya membangkitkan gelombang pergerakan anti-rasialisme dan kebrutalan polisi di AS, dan menjalar ke seluruh dunia.

Sorotan muncul sejak videonya ditindih Derek Chauvin menyebar di media sosial, di mana dia sempat berteriak "aku tak bisa bernapas".

Bukti baru mengenai momen terakhir Floyd diambil dari rekaman body camera Thomas Lane, satu dari empat polisi selain Chauvin yang didakwa membunuhnya.

Ketika pertama penegak hukum menangkapnya, Floyd memohon agar tidak dimasukkan ke mobil karena menderita klaustrofobia dan stres terhadap tempat sempit.

Begitu dia dipaksa masuk, Floyd kemudian berteriak bahwa dia tidak bisa bernapas dan "akan mati di sini", berdasar transkrip rekaman.

"Mama, aku mencintaimu. Beri tahu anakku aku mencintainya. Aku mati," teriak Floyd sembari menyebut nama keduanya beberapa kali.

Selama penahanan itu, dia sempat berteriak "tidak bisa bernapas". Terdakwa kemudian memintanya untuk "tenang", baru setelah itu dia "berbicara tenang".

Pada satu kesempatan, ketika Floyd berteriak dia akan dibunuh, Chauvin menjawab "maka jangan berbicara, jangan berteriak. Banyak oksigen terbuang."

"Aku tak bisa bernapas"

Berdasarkan transkrip dilansir AFP Kamis (9/7/2020), kata-kata terakhir George Floyd adalah "Mereka akan membunuhku. Aku tak bisa bernapas. Aku tak bisa bernapas."

Transkrip tersebut diserahkan Selasa (7/7/2020) oleh Lane, yang berharap dakwaannya bersekongkol membunuh Floyd dicabut oleh hakim.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved