Konflik AS dan China
Selain Lemahkan Dolar Hong Kong, AS Putuskan Membatalkan dan Mengakhiri Perjanjian
Gagasan menyerang peg dollar Hong Kong kemungkinan akan dilakukan dengan membatasi kemampuan bank-bank di negara itu untuk membeli dollar AS.
TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON - Hingga kini aksi saling tuding antara Amerika Serikat (AS) dan China masih terus berlangsung.
Perang dagang belum menemui titik terang, konflik keduanya justru akan merembet ke perang mata uang.
Terkait Undang-undang Keamanan Nasional Hong Kong, AS terus memikirkan kemungkinan baru untuk menghukum China.
UU itu akan membuat Hong Kong kehilangan otonomi dan kebebasan seperti yang dijanjikan saat kembali dari Inggris ke China di tahun 1997.
Sumber Bloomberg mengungkapkan, sejumlah penasehat utama Presiden Donald Trump telah mengajukan agar AS melemahkan mata uang Hong Kong terhadap dollar AS (USD) sebagai opsi perlawanan ke China.
Gagasan menyerang peg dollar Hong Kong kemungkinan akan dilakukan dengan membatasi kemampuan bank-bank di negara itu untuk membeli dollar AS.
Usulan ini sudah dibahas sebagai bagian dari diskusi yang lebih luas diantara penasehat Menteri Luar Negeri AS.
Namun, gagasan itu belum diajukan ke pejabat level senior di Gedung Putih. Ini artinya, proposal opsi tersebut belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Trump.
Sumber tersebut menambahkan, proposal yang diajukan para penasehat utama tersebut ditentang keras oleh sebagian orang di pemerintahan karena khawatir langkah itu justru akan merugikan bank-bank AS dan Hong Kong, bukan China.
Sehingga usulan itu ada di daftar paling bawah dari opsi-opsi yang sedang di bahas pemerintah Trump.
Selain mengusulkan melemahkan dollar Hong Kong, opsi lain yang diajukan termasuk membatalkan perjanjian ekstradisi AS-Hong Kong dan mengakhiri kerja sama dengan polisi Hong Kong.
Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS menolak berkomentar saat dikonfirmasi.
Begitu pula dengan Sekretaris Keuangan Hong Kong, Paul Chan. Sementara Bank Rakyat Tiongkok di Beijing tidak merespon pertanyaan Bloomberg.
Bulan lalu, Paul Chan mengatakan bahwa Bank Sentral Cina bisa menyediakan USD jika AS memberlakukan sanksi terhadap wilayah tersebut.
Sementara Eddie Yue, kepala eksekutif Otoritas Moneter Hong Kong atau HKMA telah menyerukan langkah apa pun untuk menolak akses Hong Kong ke sistem kliring dolar AS akan mengirim gelombang kejut ke seluruh pasar keuangan global, termasuk AS.